Baru-baru ini aku mendengar kabar bahwa pengajuan Visa untuk menjadi Au pair di Jerman kian diperketat. Beberapa orang yang aku kenal visanya ditolak dan satu diantaranya mendapat telefon dari Deutsche Botschaft di Jakarta yang mengabarkan bahwa visanya ditolak dengan alasan motivasi datang ke Jermannya tidak jelas. Baca juga 5W plus 1H dan segala macam tentang au pair
Berita tentang diperketatnya pendatang ke Jerman sudah aku dengar bahkan sebelum aku sendiri berangkat ke sana. Saat mengajukan visa Au pair, pihak Botschaft tidak mengharuskanku membuat motivation letter, namun setahun setelahnya, aku ingin kembali ke Jerman lagi dengan menjadi FSJ. Saat itu peraturan telah diubah dan aku wajib melampirkan motivation letter. Dari situlah aku tahu bagaimana membuat motivation letter untuk mengajukan visa ke Jerman
Berikut ini tips larangan agar kalian tidak sampai ditolak visanya.

1. Jangan Google Translate!

Usahakan menulis dengan bahasa kalian sendiri.  Dari situlah pemerintah Jerman tahu bahwa kalian jujur dan memang bersemangat mempelajari bahasa serta budaya. Mereka akan mudah sekali tahu bahasa google dengan bahasa terjemahan kalian sendiri.

2. Jangan Copy Paste!

Di bawah ini akan aku lampirkan contoh surat motivasiku saat mengajukan visa FSJ. Saat itu aku sudah satu tahun tinggal di Jerman dan sudah punya sertifikat B1, selain itu aku minta koreksi gastfamilie sebelum aku serahkan ke pihak embassy, jadi bahasanya meski amat sederhana, tapi aku mengerti apa yang tercantum di sana, karena aku membuatnya sendiri, dan gastfamilie hanya membantu mengoreksi saja. Kalian bisa mengambil contoh dari motivation letter mana saja tapi jangan asal copy paste dan ganti nama, namun pahami apa isi di dalamnya dan tulis kembali dengan bahasa kalian sendiri. 

3. Jangan Terlalu Panjang/Pendek!

Idealnya Motivation Letter untuk mengajukan Visa tidak terlalu bertele-tele tapi juga tidak terlalu singkat. Satu lembar saja tapi sudah memuat apa maksud dan tujuan kalian di sana.

4. Jangan menulis bahwa kamu akan melanjutkan Study atau Kerja atau Menetap di Jerman!

Ini kesalahan fatal kenalan-kenalanku yang kudengar bahwa visa mereka ditolak karena mereka menulis dalam motivation letter mereka bahwa setelah menjadi Au Pair atau FSJ, mereka ingin lebih lama tinggal di Jerman, study lah, agar mendapatkan kerja di Jerman lah, NOWAY!!!. Meskipun dalam hati kalian punya niatan seperti itu, simpan dalam hati saja, karena motivation letter yang kita tulis harusnya sinkron dengan program yang mereka buat, yakni: kalau au pair, ya satu tahun tinggal di sebuah keluarga, memperbaiki bahasa, lalu pulang, kalau FSJ, ya mendalami bahasa Jerman sambil ingin mempelajari budaya terutama budaya kerja di sana, lalu pulang:

5. Jangan tidak menyebutkan bahwa akan kembali ke Indonesia!

Artinya,  cantumkan bahwa setelah program tersebut kalian bertekad kembali ke Indonesia dengan membawa ilmu dari Jerman yang akan diterapkan di Indonesia. Ini akan memperkuat bobot motivation letter kamu, karena pemerintah Jerman mengadakan program au pair dan FSJ itu bukan untuk mengundang kalian datang ke Jerman lalu menetap atau menjadikan batu loncatan untuk kuliah (meski kenyataannya seperti itu), tapi agar pemuda yang datang diharapkan saat kembali bisa membawa ilmu yang mereka pelajari saat menjalani program-program tersebut. Jadi, wajib ditulis bawa kalian nantinya akan mempelajari bahasa dan budaya agar bisa kembali ke Indonesia dan mengaplikasikan ilmu dari Jerman yang telah didapat.

Kalau kalian ingin contoh motivasi letter, dan segala tetek bengeknya, klik di sini

Aku senang bisa berbagi dengan kalian, akan lebih senang lagi bila kalian juga mau membaginya kepda orang lain, kakak, adik, saudara, yang barang kali ingin tahu serta menambah wawasan tentang perbedaan budaya antara Indonesia dan Jerman. Aku menerima kritik, saran agar kedepannya aku bisa sharing hal-hal unik yang bermanfaat dari Jerman. Sampai ketemu di topik lainnya.

Viele Grüße

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *