Iklan yang bisa kita temukan di sekitaran stasiun kereta bawah tanah. Iklan ini merupakan iklan sosial yang berkaitan erat dengan Indonesia.

“Um mein Horn zu Asche zu machen, wird meine ganze Art verpulvert” 
Arti harfiahnya: Demi meleburkan culaku menjadi abu, keseluruhan nilai diriku pun melebur (bersama sang abu)
Kata-kata dalam iklan tersebut sebenarnya adalah spielwort (plesetan atau kiasan). Abu yang dimaksud di sini adalah uang, sedangkan verpulvert sendiri artinya menjadi bubuk atau terlebur (kalau aku artikan sendiri). Jadi kalau kita artikan lagi, lebih tepatnya seperti ini:
“Demi menjual culaku, kau hancurkan pula seluruhnya dari diriku”
Seperti yang kita ketahui sendiri, pemburuan badak di Jawa sudah sampai ke telinga Internasional, sehingga keberadaannya semakin langka. 
Aku pernah membahas kecintaan dan kepedulian orang Jerman terhadap ekosistem dan hutan lindung di Indonesia. Ini berlangsung terus menerus dan semakin banyak iklan-iklan yang disponsori WWF seperti ini di Jerman agar orang-orang sadar dan ikut melindungi badak bercula satu, binatang endemik yang cuma ada di Indonesia yang hampir punah.
Iklan di TV
Selain iklan pamflet, TV, sosial media, surat kabar, banyak yang menghimbau warga agar peduli. 
“Lindungi Badak Jawa!!”

Nah, kalau orang Jerman saja peduli, aku harap, kita sebagai warga negara Indonesia sendiri, sudah sepatutnya ikut peduli, bukan? 🙂
Jangan lupa like facebook fanpage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)
Liebe Grüße

Comments

  1. suka banget kata-kata "Demi menjual culaku, kau hancurkan pula seluruhnya dari diriku", belum pernah liat iklan beginian di Indonesia yg punya badak jawa itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *