Banyak sekali kejutan yang aku dapatkan dengan menjadi sukarelawan di Jerman. Salah satu contohnya adalah kemarin, saat aku mendapat email dari orang asing yang menemukan suratku di tepian pantai Langeneß.

Musim panas tahun 2015, saat masih bekerja sebagai sukarelawan atau FSJ, aku dan 20 para sukarelawan lainnya yang rata-rata muda mudi berasal dari Jerman itu menghadiri sebuah seminar di sebuah pulau yang terletak di semenanjung laut utara, Amrum nama pulau itu.

Sebagai sukarelawan, sebuah seminar adalah ajang rekreasi sekaligus menambah wawasan yang dirancang khusus oleh pihak penyelenggara (Träger) agar di sela-sela kesibukan bekerja, para sukarelawan bisa melepas penat. Acara seminar ini dulunya kupikir acara yang melulu di dalam ruangan besar, lalu pesertanya bejibun. Ternyata salah besar. Seminar satu hari biasanya diadakan di sebuah ruangan. Bisa jadi materi seminar yang diberikan seputar kota-kota di Jerman, orang-orang terkenal di Jerman, sejarah Jerman, mengunjungi kamp konsentrasi, dan lain sebagainya.Setelah seminar, selain bersenang-senang, pasti dapat ilmu. Memang itu tujuan diadakannya seminar untuk sukarelawan.

Nah, saat seminar Agustus 2015 itu, kami para sukarelawan dan para pembina menuju ke pulau Amrum dengan naik kereta sampai ke Dagebüll, lalu naik kapal ke Pulau Fohr, dari Pulau Fohr, kami naik kapal ke Amrum. Untuk lebih jelasnya, aku kasih gambaran di peta saja. Kalian bisa melihat di mana letak Amrum itu berada dan posisinya dari Hamburg atau dari Denmark.

yang ditandai oleh pin merah itulah Pulau Kecil Amrum

Amrum dari jarak yang lebih dekat

Selama satu minggu, kami berada di sana, dibekali pengetahuan tentang laut utara, nonton film, seru-seruan stand up paddling, padahal nggak bisa renang :). Stand up paddling itu seperti namanya, mengayuh sambil berdiri, yakni seni olah raga air dengan berdiri di atas permukaan papan (mirip papan seluncur) lalu mengayuh ke kanan dan ke kiri agar papan itu berjalan. Tentu saja aku memakai pelampung karena kalau sudah agak ke tengah laut, dan terjatuh, bisa mati nggak bisa renang. 😀

Selain itu, kita diajak menyusuri daratan yang airnya surut dan diperkenalkan tentang ikan-ikan dan jenis tumbuhan serta hewan yang hidup di laut Utara. Sayangnya aku sudah lupa semua karena pemandunya saat itu memandu grup lain juga, jadi banyak orang dalam satu grup, aku sering tertinggal di belakang saking lambatnya berjalan. 😀

Sebelum penutupan seminar, ada satu acara permainan seru lainnya. Yakni menulis sepucuk surat yang kertasnya dimasukkan ke dalam botol, lalu botol, botol-botol tersebut nantinya di perjalanan pulang naik kapal, dilemparkan ke lautan utara yang luas. Aku lupa menulis apa dalam suratku itu, yang jelas saat itu aku mencantumkan alamat emailku. Seperti ini:

sumber gambar: webbisnis

Tak dinyana, baru kemarin. Setelah satu setengah tahun lamannya, aku mendapatkan surat balasan dari surat dalam botol yang kubuang tahun 2015 lalu. Lucu sekali permainan itu. Seru juga. Bisa dicoba kapan-kapan. Siapa tahu ketemu jodohnya lewat surat yang dihanyutkan di sungai atau laut. Hhehhee.

Ini adalah email dari seorang ibu yang anaknya menemukan suratku itu. Meski belum sempat kubalas, tapi aku gembira sekali menerima email darinya, padahal aku sudah lupa kalau aku pernah menghanyutkan surat di Laut Utara saat itu.

Botol berisi surat tersebut menepi di Pantai Langeneß,

Langeneß tak jauh juga dari Amrum

 Sayang sekali foto-foto saat aku seminar dulu lenyap bersama rusaknya laptopku yang lama sehingga ku tidak bisa menunjukkan foto-foto Amrum.

Sampai jumpa lagi

Viele Grüße

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.