Ada email yang masuk beberapa bulan yang lalu dan juga hari ini dari pembaca blog tentang mimpi mereka ke luar negeri -khusunya ke Jerman- terhalang restu orang tua, lalu minta tips padaku bagaimana cara mereka meyakinkan kepada orang tua agar mereka diijinkan berangkat.

Terus terang orang tuaku adalah tipikal orang tua liberal demokratis?, yang membuatku bebas mengambil keputusan dan menjalankan hidupku sesuai dengan apa yang aku mau. Namun, kulihat orang tuaku seperti itu tidak kepada ke tiga anaknya. Adikku yang perempuan sering merasa diatur dan orang tuaku kurang sepenuhnya percaya kepadanya. Saat dia memutuskan untuk kos di usia 24, yang hanya di Malang (20 km dari Batu), ibu sudah curhat padaku bahwa adikku itu tak bisa hidup mandiri, takut kalau mengganggu teman kosnya karena di rumah jarang bersih-bersih, tidak rapi, bagaimana kalau hidup bersama anak-anak lain, pasti dibully, dsb. Beda lagi kasusnya dengan si bungsu laki-laki. Ibu terlalu protektif dan selalu ketakutan kalau dia tidak bisa survive. Lalu kenapa hanya aku seorang yang dibebaskan dan dipercaya untuk pergi sejauh 12.000 kilometer jauhnya dari rumah?

Orang tua pasti punya alasan dalam memberi kebebasan kepada anaknya, termasuk mengatur hak dan kewajiban mereka. Kalau aku cermati, di rumah, aku ini seorang pembangkang. Saat kecil aku luar biasa nakal. Nempeleng anak tetangga, mencuri pisau dapur untuk bermain perang-perangan, minggat ke kantor polisi, dan segala jenis kenakalan pernah aku lakukan. Meski nakal, aku punya banyak teman, tergolong anak yang mandiri, aku pernah tidak pulang ke rumah selama 3 hari saat kelas 3 SD karena takut digebuki nenek, tapi aku bisa bertahan numpang makan di rumah teman-teman sekelas. Aku pernah pergi ke Solo dari Batu dengan jarak tempuh 8 jam dengan Bus saat kelas 5 SD. Saat kelas 6, aku pergi ke Bali sendiri, dan semua sukses aku lakukan. Meskipun aku tahu orang tuaku ketar-ketir, tapi aku selalu membuktikan bahwa aku bisa. Begitu lulus SMA, aku tak mendapat kesulitan yang berarti saat minta ijin kos sendiri, di usia ke 19, aku merantau ke Gresik selama 2 tahun dan tak pernah mendapat kendala perijinan dari orang tua soal itu.

Nah, ada beberapa alasan yang harus kalian cermati mengapa orang tua kalian begitu takutnya membiarkan anaknya merantau? Apakah kalian anak semata wayang? Anak bungsu? Anak perempuan/laki-laki satu-satunya? Anak yang sering sakit-sakitan saat kecil? Anak yang hampir sering mati? Atau anak yang sering ketiban sial? ?

Setelah mencermati alasan mereka, ada baiknya gunakan tips ini:

1. Posisikan diri kalian sebagai mereka

Aku tahu kalian belum pernah menjadi orang tua, tapi harus diingat, kasih ortu itu sepanjang hayat, sedangkan kasih anak sepanjang badan. Artinya kasih sayang orang tua itu kepada kalian itu jauh lebih besar ketimbang kasih sayang kalian kepada mereka.

Dengan memposisikan diri kalian di sudut pandang mereka, kalian bisa melihat bagaimana diri sendiri, betapa selama ini sudah menyusahkan orang tua, sudah membuat mereka kurang percaya, sudah terlalu manja, dan sebagainya.

2. Ubah!!!

Saat tahu bahwa orang tua terlalu khawatir dan tak percaya karena kalian menyadari kesalahan yang telah diperbuat selama ini, minta maaf lah dan berjanji untuk berubah. Berubah mulai dari sekarang, jangan menunggu saat sudah berada di luar negeri!

Mungkin juga kalian selama ini kurang dekat dengan orang tua, tertutup dan suka memendam masalah sendiri. Ini yang membuat mereka khawatir. Khawatir kalau kalian akan kesulitan di negeri orang, karena di sana tidak ada orang yang mengerti orang yang pendiam (padahal kalau sama teman-teman kalian bukan pendiam). Berubah!!! Mulai dekati ortu pelan-pelan, cerita tentang mimpi-mimpi dan keinginan kalian. Hanya kalian sendiri yang tahu bagaimana cara mendekati ortu, meski susah (karena tidak biasa), tapi pasti bisa.

Aku adalah orang yang suka cerita, ekstrovert, aku paling dekat dengan orang tua dibanding kedua adikku, tak ada yang aku tutup-tutupi, semua sahabat dan pacarku selalu kenal dengan orang tuaku, itu sebabnya mereka tak pernah khawatir karena mereka tahu aku bisa memilih sahabat yang baik dan senantiasa di dalam lingkungan yang baik. Itu sebabnya mereka percaya.

3. Tunjukkan tekat

Orang tua mana sih yang tak mau anaknya berhasil? Tapi yang ortu lihat selama ini, kalian yang malas, tak menurut, dan tak bisa dipercaya. Bertekatlah untuk berhasil bukan dengan kata-kata saja, tapi yakinkan mereka bahwa kalian bisa dipercaya, bisa memegang teguh kata-kata yang sudah diikrarkan.

4. Berikan contoh orang lain yang berhasil

Orang tua masih saja belum percaya. Tunjukkan bahwa sebelum kalian, sudah ada orang-orang nekat lainnya yang berhasil, ceritakan latar belakangnya (kalau kalian tahu), ceritakan bahwa mimpi kalian sama, kalian ingin sekali berhasil seperti mereka dan membahagiakan ortu juga.

5. Memohon

Belum ampuh juga? Memohonlah kepada mereka agar percaya. Memohon di dalam doa juga agar Allah Yang Maha Membolak-balikkan Hati itu mengubah mereka. Berjanjilah bahwa kalian akan baik-baik saja selama di sana dan akan terus keep in touch.

6. Iming-imingi

Bukannya memberikan janji yang muluk, tapi ada kalanya orang tua seperti anak kecil juga, yang bisa diiming-imingi janji permen :D. Tapi kalian juga harus sekuat tenaga tidak mengecewakan mereka dan memenuhi janji tersebut.

Ingat ya, kepercayaan mereka adalah segalanya, jika kalian menyerah dan ingkar janji, mengecewakan mereka, kepercayaan mereka tak akan kembali utuh.

7. Jangan kecewakan mereka!

Berbicaralah dengan orang tua baik-baik, mungkin kurang lebih seperti ini, “Bu, pak, aku kan sudah besar, aku tahu bapak dan ibu sayang padaku, begitupun sebaliknya. Tapi ini mimpi dan jalan hidupku. Sedekat apapun dan sejauh apapun kita, kita masing-masing individu yang berbeda, yang suatu saat juga menempuh jalan hidup yang berbeda pula, aku tak mungkin selamanya bersama kalian, meski kita beda, kita masih punya harapan, mimpi, serta keinginan yang baik, mungkin mimpi itu berbeda, tapi percayalah harapan kita akan masa depan yang indah tetap sama. Aku tak akan mengecewakan kalian. Kumohon percayalah padaku, restu kalian adalah segala-galanya untukku, dan tanpanya, jalan menuju sukses hanyalah omong kosong belaka. Pak, Bu, jika mereka saja berhasil, masa anak kalian ini tidak? Aku tahu hidup di sana susah, jauh dari orang tua, tapi hidup di mana yang nggak susah? Doakan aku agar bisa ke sana, ini adalah langkah awalku membahagiakan kalian…..”

8. Percaya Rencana Tuhan

Orang tua adalah wali Tuhan. Semua orang yang sukses tak luput dari orang-orang yang mendoakannya. Aku tak akan bisa bertahan di Jerman tanpa doa ibu. Jadi, pastikan mereka benar-benar iklas anaknya ke luar negeri. Kalau tidak, sebaiknya kita menunggu. Biasanya, ada rencana Tuhan yang telah disiapkan untuk kita, rencana yang lebih indah dan tak kita sangka-sangka. Percaya saja!

Nah, demikian tips dariku yang semoga bermanfaat untuk merayu orang tua kalian. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa like facebook fanspage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)

Comments

  1. Bagus ini topiknya

    Alhamdulillah gw dari kecil selalu mandiri. Apa-apa selalu dilakukan sendiri dan memang orang tua mengajarkan untuk berusaha bila ingin dapat sesuatu. Mau mainan, ya nabung. Mau sehat ya bangun pagi, mandi, makan-makanan sehat. Pokoknya belajar mandiri lah. Makanya mau dilepasin kemanapun orang tua gak kawatir. Kuncinya memang satu, kita harus menunjukkan kalo kita bisa bertanggung jawab dengan sesatu.

  2. wah denkspa layout baru kah inii?

    sebenarnya juga tergantung dengan pemikiran orang tuanya juga. kadang ada juga yang orang tuanya lebih bangga anak kuliah di luar negeri, tapi ada juga yg nyaman di dalam negeri.. kalau orang tua saya lebih parah, lebih suka anaknya kuliah di kota yang ditempati sekarang dengan banyak alasan T.T

    apalagi saya yang anak terakhir, dimana kakak-kakak saya ga tinggal 1 kota dengan orang tua T.T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *