Artikel ini merupakan draft yang paling lama aku simpan dan setiap kali ingin membuka laptop, rasanya ingat kalau aku masih punya hutang untuk membagikan tips menikah dengan orang Jerman di Denmark ini.

Baca juga: Prosedur Menikah di Jerman

Kalau kalian berada di Eropa, berencana untuk menikah secara sipil dengan pasangan yang kewarganegaraan berbeda, maka Denmark lah tempat yang paling mudah. Bisa dikatakan, Denmark adalah Las Vegas-nya Eropa. Mengikat janji suci di Denmark tidak serumit dan sesulit di Jerman. Bahkan banyak artikel yang aku baca, pemerintah Denmark memang sengaja mempermudah warga negara asing untuk menikah di sana untuk menambah pundi-pundi negara di sektor pariwisatanya. Kok bisa? Jawabannya akan kalian temukan dengan membaca poin per poin di artikel ini sampai habis. 🙂

Langsung saja, apa saja prosedur menikah dan apa yang harus kita persiapkan, serta berapa lama persiapannya sampai ijab kabul tersebut?

  1. Jangan persiapkan dokumen dulu! Cari tahu!!

Hampir sama dengan prosedur menikah di Jerman, di Denmark pun, beda sipil (kommune), beda pula persyaratannya untuk menikah. Salah seorang kenalan yang berasal dari Amerika memilih untuk menikah di salah satu pulau di dekat Kopenhagen, yang bernama Ærø dengan alasan selain praktis dan tidak ribet, lokasinya juga sangat indah. Pasangannya adalah orang Malaysia, dengan kata lain, keduanya bukan orang Eropa, namun saat aku tanya, tak ada kendala yang berarti untuk melangsungkan pernikahan mereka. Bayangkan, di persyaratan yang mereka ajukan saja pernyataannya seperti ini: “Untuk menikah, anda memerlukan Surat Keterangan Belum Menikah atau  Surat Cerai. Namun ada beberapa negara yang tidak bisa menerbitkannya. Jika tidak memungkinkan, tidak menjadi masalah, kami tetap akan menikahkan anda.”  Nah, lo?

Yang kuingat, kenalan Amerika saat itu hanya butuh mengisi formulir dan membawa passpor. Lalu, pasangannya, orang Malaysia juga hanya passpor. Di persyaratannya, mereka mencantumkan butuh Akta Kelahiran, lalu di kalimat selanjutnya: Jika ada. Jika tidak ya tidak usah. LOL.

Untuk melihat syarat, harga dan semua tentang menikah di pulau Ærø ini, aku kasih bocoran linknya (dalam bahasa Inggris), silakan buka: Get Married in Denmark

Aku menikah di Toender, yakni perbatasan antara Denmark dan Jerman. Persyaratannya pun tidak semudah di Ærø (aku jelaskan di poin berikutnya).

Untuk melihat Website Toender dan mengecek syarat serta harga, silakan kunjungi: Getting Married in Toender

Beberapa teman Indonesia memilih untuk memutuskan menikah di Kopenhagen, yang juga (lagi-lagi syaratnya berbeda), silakan cek sendiri: Kopenhagen Married

Tuh kan, beda kommune pasti beda persyaratannya. Aku pernah baca beberapa blog orang Indonesia yang menikah di Denmark. Mereka diharuskan untuk legalisasi dokumen ke kedubes, dan lain sebagainya, sedangkan aku dan kawan-kawanku tak perlu. Kalau kasusnya kalian masih tinggal di Indonesia dan butuh visa untuk berkunjung dan menikah di Denmark, beda lagi. Untuk itu, mungkin ada manfaatnya, aku cantumkan salah satu (atau dua) blog yang mengulas tentang menikah di Denmark dengan orang Denmark namun mereka masih tinggal di Indonesia. Silakan baca: Dunia Kayka dan Dewi Nielsen

Wow, rasanya aku turut merasakan lelah membaca rumitnya persyaratan menikah di Eropa kalau kita masih tinggal di Indonesia. Sedangkan kasusku, karena aku sudah lebih dari 3 tahun tinggal di Jerman dan tak perlu mengurus visa kunjungan ke Eropa lagi (Visa studiku masih berlaku saat menikah), semua jadi serba mudah.

Satu website yang mungkin berguna buat kalian untuk cross cek semua kommune di Denmark: Kommune Liste

2. Kirim email dan kontak langsung dengan kantor sipil

Sungguh pegawai sipil yang mengurus pernikahan di Denmark seperti dewa dewi cupid. Mereka ramah dan tanggap sekali. Saat sudah membaca semua prosedur, persyaratan dan tata cara menikah di Denmark, kami masih mengirim email untuk meyakinkan apakah dokumenku harus dilegalisasi kantor A-Z? Mereka menanggapinya dengan cepat (tak sampai satu minggu). Aku tak harus legalisasi apapun katanya. Kemudian kami bertanya lagi validitas Surat Keterangan Belum Menikah, tentang transfer dan beberapa hal yang tidak dicantumkan di website yang membuat kami ingin kepastian dan tidak ingin saat sudah mengirimkan dokumen, ternyata ada yang kurang. Jadi, saranku setelah mencari-cari tahu, kontak saja beberapa email untuk menanyakan. Bisa saja kalau kalian ingin segera menikah, tak ada salahnya tanya apakah ada appointment kosong bulan ini. Mereka menerima email dalam berbagai bahasa pula.

3. Putuskan mau menikah di mana

Bingung mau menikah di Kommune yang mana? Yang dekat dari negara tinggal (misalnya kalian tinggal di Jerman seperti aku), di tempat yang romantis tapi mahal (seperti kenalanku), di ibukota sekalian jalan-jalan, atau di kommune yang syaratnya paling mudah?. Sebaiknya tentukan segera agar bisa segera menyiapkan dokumen. Karena kembali ke poin pertama, beda tempat dan kommune, beda pula persyaratannya. Jika sudah pasti, kontak pegawai kommune nya, lalu persiapkan dokumen seperlunya. Jangan berlebihan menyiapkan yang tidak mereka perlukan!

4. Persiapan dokumen

Pengalamanku menikah di Toender, dokumen yang harus aku siapkan:

  •  Surat Keterangan Menikah dari catatan sipil di Indonesia yang cukup diterjemahkan dalam bahasa Inggris saja (tak perlu bahasa Denmark). Tanpa stempel dari kedubes, atau pihak pihak lainnya. Di dalamnya harus ada pernyataan bahwa aku sekarang tinggal di Jerman (dengan menyebutkan alamatku di Jerman).
  •  Akta Kelahiran yang juga cukup diterjemahkan dalam Bahasa Inggris
  •  Fotokopi paspor
  •  Visa Tinggal di Jerman
  •  Ledigkeitbescheinigung (SKBM) yang aku urus dari Landesamt atau Kundenzentrum Hamburg (Karena aku sudah lama tinggal di Jerman), mereka ingin memastikan bahwa selama aku tinggal jauh dari rumah, statusku masih single. Untuk mengurus ini pun amat sangat mudah. Datangi tempat di mana kamu anmelden wohnung (aku dulu tanpa appointment), lalu menunggu 30 menit dan membayar 13 euro.

Berikut dokumen yang suamiku harus siapkan (suamiku bukan orang Denmark, tapi orang Jerman):

  •  Paspor
  •  Ledigkeitbescheinigung (SKBM) yang mengurusnya barengan dengan punyaku

5. Kirim dokumen lewat email dan Membayar

Kami mengirim semua dokumen-dokumen yang sudah kami persiapkan dan scan sesuai persyaratan tersebut lewat email. Lalu petugas kommune akan memeriksa dan menginformasikan apakah sudah lengkap, apakah terbukti benar dan sebagainya. Selain itu, biaya pernikahan sebanyak 120 euro juga harus ditransfer sebelum mengirimkan dokumen itu. Jadi, kami mengirim dokumen yang aku sebutkan diatas plus bukti transfer. Mereka tidak akan merespon dokumen tanpa bukti transfer itu. Karena takutnya kalian mengirim berkas ke semua Kommune lalu siapa yang menghubungi duluan kalian datangi. Jadi, membayar sejumlah uang itu adalah bukti keseriusan kalian akan menikah di kommune tersebut.

Lamanya menunggu adalah 2 minggu. Kami dulu hanya menunggu 10 hari saja. Jika sampai dua minggu belum ada konfirmasi, kalian boleh menghubungi dan bertanya. Setelah dokumen dikirimkan, biasanya kalian mendapat email pemberitahuan bahwa dokumen sudah sampai dan akan diperiksa.

6. Memilih Tanggal

Beda dengan Jerman yang sangat strict, sehingga tanggal menikah pun ditentukan oleh negara (karena terbatasnya appointment di standesamt), di Denmark lebih fleksibel. Mereka menawarkan minggu-minggu di mana kita harus datang untuk regitrasi dan menikah. Biasanya kita harus datang senin untuk registrasi, lalu rabu untuk menikah. Tak harus lama menunggu hingga 6 bulan seperti di Jerman (kasus temanku), 2 minggu kemudian pun kalau ada janji kosong, kita bisa menikah. Biasanya musim panas banyak pasangan menikah sehingga harus menunggu lebih lama. Paling 4-6 minggu baru dapat janji tersebut. Karena kami menikah di musim dingin, jadi kami cepat dapat janjinya.

7. Registrasi

Yang aku maksud di awal bahwa salah satu trik Denmark menambah devisa pariwisata lewat bisnis menikahkan orang adalah fakta di lapangan bahwa meskipun dokumen sudah dicek, sudah benar, sudah membayar, kita tidak bisa datang ke Denmark untuk langsung menikah, namun datang di hari pertama untuk registrasi, kemudian dua hari kemudian untuk menikah.

Jadi, bayangkan kalau orang luar Denmark yang hanya datang ke Denmark untuk menikah (karena lebih mudah), mereka tidak mungkin terbang bolak balik ke negaranya dalam kurun waktu 2 hari. Mereka pasti mengambil libur 3 hari, satu hari untuk registrasi, satu hari untuk menginap, dan hari berikutnya untuk menikah. Nah, karena banyak pasangan yang menginap, biasanya mereka menyewa hotel, makan di restoran, jalan-jalan, belanja, dsb. Dari sana lah, secara langsung tak langsung beberpa pihak mendapat keuntungan, tak hanya pemerintah kommune saja, tapi hotel, restoran, toko, dsb. Beda kasusnya kalau orang Denmark sendiri yang menikah.

Kalau tidak salah peraturan harus registrasi ini baru dibuat, karena salah seorang kenalan dulu hanya datang satu hari dan langsung menikah. Atau mungkin beda tempat beda pula prosedurnya, setahuku di Ærø dan Toender seperti itu. Kalian harus cari tahu dulu sebelumnya.

Di website menikah di Kopenhagen, mereka menyaebutkan: Anda boleh mengajukan tanggal keinginan untuk menikah, namun kami tidak menjamin untuk mengabulkannya. Oleh karenanya, dimohon untuk tidak memesan tiket pesawat atau booking hotel sebelum kami mengabulkan tanggal permintaan anda.

Denmark juga menawarkan banyak kemudahan serta paket pernikahan, mulai sederhana sampai mewah, tergantung budget dan keinginan kalian. Pokoknya nikah menikah di Denmark ini seperti komoditi wisata saja.

Oh iya, jangan lupa saat registrasi, kalian harus membawa semua dokumen asli.

8. Menikah

Karena kami menikah di dekat Jerman, kami tak perlu menginap di Denmark. Setelah registrasi, kami pulang ke rumah orang tua Tobi yang jaraknya hanya 2 jam ditempuh mobil. Kemudian dua hari berikutnya adalah hari yang ditentukan untuk menikah, kami ke Denmark lagi.

9. Pernikahan

Aku pikir pernikahan sipil di Denmark bakal seperti di Jerman, di ruangan sempit, dengan petugas galak, disumpah sana sini, dan menegangkan. Nyatanya, kommune mendesain pernikahan masing-masing pasangan dengan indah dan mengesankan. Ruangan pernikahan dibentuk seperti di dalam gedung atau gereja dengan 25 kursi tamu. Lalu kedua mempelai diceramahi sedikit dan boleh diambil foto atau video sebanyak yang kita mau (di Jerman, aku sempat dibentak sama petugas karena ingin mengambil foto temanku ijab kabul). Omaigat!

Ceramah, peresmian dan tukar cincin, lalu tanda tangan surat-surat itu pun hanya berlangsung 30 menit. Kemudian, kami merayakannya di restoran terdekat bersama orang tua Tobi. Aku sedikit menyesal karena mengira, kami tidak boleh membawa banyak teman. Ternyata boleh, sampai 25 orang. Tau gitu, teman-teman bisa datang. 🙂

Selanjutnya, kami mendapatkan akta nikah dalam 5 Bahasa (Jerman, Dannish, Inggris, Spanyol, dan Prancis) yang bisa kami gunakan untuk merubah status pernikahan di Jerman. Kami datang ke Amt setempat untuk lapor telah menikah.

Sejauh ini dokumen dari Denmark tersebut tak ada masalah dan resmi, diakui di Jerman. Aku bahkan bisa mendapatkan Bafög, suamiku bisa mengganti status pembayaran pajaknya (dari nomor 1 ke nomor 3 sehingga dia tak harus membayar pajak banyak-banyak), juga asuransi keluarga, dsb. Hanya saja, untuk berganti nama keluarga, aku harus menghubungi konsulat Indonesia di Denmark dan mengurusnya di Standesamt Jerman. Aku belum mengurusnya sampai sekarang karena tak begitu mendesak. Kalau sudah, pasti aku tuliskan. 🙂

Baca juga:

Apa Itu Bafög? Apa Orang Indonesia bisa mendapatkan Bafög di Jerman?

6 Tingkatan Pajak Penghasilan di Jerman

8 keuntungan yang diberikan pemerintah Jerman kepada pasangan yang menikah

Menikah di Denmark memang mudah, bahkan pasangan sesama jenis pun juga dinikahkan secara resmi di Denmark. Bagaimana? Mau merencanakan pernikahan? Semoga semua dipermudah ya 🙂

Sementara ini dulu. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa like facebook fanspage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (terima kasih banyak)

Viele Grüße

 

Comments

  1. Girindra, rumit sekali yah sepertinya menikah di Jerman?
    Salam kenal sebelumnya. Saya Dwi (mom single with 2 kids). Sudah hampir setahun ini menjalani hubungan serius dg pria Jerman. Dan hebatnya, kita mulai membicarakan pernikahan. Dan akan menikah. Pasti lebih sulit yah buat status saya. Adakah teman Girindra yg pny pengalaman spt ini. Maksud nya dg status yg bukan single.
    Semoga sehat selalu yah Girindra dan calon adik bayinya.
    Salam manis.
    Dwi

    1. waaah selamat yaaa, saya tak punya teman yang kasusnya sama sih. tapi saya pernah membaca postingan atau blog seseorang tentang ini. Pastinya ada juga yang mengalami kejadian seperti kamu. coba saja cari cari atau gabung di grup Komunitas Kawin Campur atau komunitas masyarakat Indonesia di Jerman. Mungkin bisa sharing di sana.

  2. Halo Girindra salam kenal aku icha, udah beberapa hari aku baca cerita kamu, dari awal patah hati sampai sdh menikah sekarang sm pria Jerman 🙂 menarik sekali buat aku krn memang aku juga merencanakan pernikahan dgn pria Jerman, pacaran sdh lebih 1 tahun, kebetulan dr awal mau memulai hubungan, dia memang bertanya apa aku mau pindah ke jerman tinggal sama dia, karena dia ga mau tinggal dan kerja di sini, trus aku lgsg bilang iya mau pindah ke jerman sama dia tanpa mikir ini itu hehe, by the way, setelah aku baca proses persiapan dokumen di denmark menarik sekali :), kita ga perlu legalisir sana sini surat keterangan belum menikahnya ya, bisa jadi salah satu pilihan buat aku diskusiin sm calonku nanti 🙂 oh iya boleh aku tanya ya: untuk akta lahir apakah harus bikin akta lahir baru atau cukup akta lahir lama yang diterjemahin ke inggris? trus mba Indra apa udah lapor status di Indonesia? seberapa penting itu harus dilakukan hehehe,
    Viele Grüße
    Icha

    1. Hallo Icha.
      Akta lahir untuk menikah di Denmark tidak perlu baru. Aku pakai yang lama lalu diterjemahin.
      Aku lapor statusnya di Konsulat Indonesia di Jerman karena belum sempat pulang ke Indonesia setelah menikah 🙂
      Viele Grüße

  3. Hallo mbak Girindra Wiratni salam kenal. Saya Nurna. Saya berencana menikah dengan calon suamiku org Jerman dan ingin menikah di Denmark karena lebih mudah. Apa bisa saya menikah dengan Visa turis?? Karena saya di Jerman dengan Visa turis sampai akhir Jully. Dan untuk akta lahir lama hanya perlu di terjemahkan dalam bahasa Inggris dan di legalisasi kan mbak?? Sama surat keterangan belum menikah?? Terima kasih

  4. Hi kak girindra…
    Salam kenal aku dwi.
    Kak aku dah baca tu sedikit cerita soal perjalanan nikah kaka. And insya allah aku mau nikah ma orang denmark. And melakukan pernikahan secara sipil disana . Kalau boleh tanya gimana dulu kaka bisa dapat surat keterangn belum menikah?(maksudnya surat ditanda tangani dari pihak mana saja?).
    Terima kasih kak
    Salam dariku
    Dwi

    1. Hallo Dwi, selamat yaaa…
      aku dulu dapat SKBM dari RT setempat lalu ditandatangai oleh kelurahan dan sipil. Sudah itu saja, lalu diterjemahkan dalam bahasa Inggris…

      salam

      1. Terima kasih atas bantuan jawabanya kak . Masih ada pertanyaan lagi ni. Yeahhh kan kaka yang dah berhasil gitu.heheh… Apa perlu k kua juga untuk minta tanda tangan?

        1. Waktu itu yang mintain tanda tangan Ibu aku, karena aku masih ada di Jerman. Kata beliau sih catatan sipil di Kota Batu sudah merangkap KUA, jadi tidak perlu ke KUA lagi… coba tanya di kota kamu, mungkin lebih baik minta, dari pada nantinya kurang dan harus mulai dari awal, kan?

  5. Halo kak girindra, aku lagi bingung ini, aku niatnya nikah di Denmark sama pasangan aku, dia orang Jerman, masalahnya aku gak tau, apakah CNI itu dibutuhin buat nikah disana? (dari pihak akunya) aku bolak balik baca blog kk, tiap tempat punya aturan sendiri2, nah.. Menurut kk, bagusnya aku kontak mereka sebelum aku berangkat (currently masih dalam posisi menunggu visa Denmark) atau kontak mereka pas aku udah disana?

    Makasih banyak masukannya kak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.