Jerman merupakan negara pelopor dan pemecah rekor dalam pembangunan konsep penggunaan energi terbarukan. Banyak berita yang menyebutkan bahwa Jerman pernah mengalami surplus energi listrik sehingga pasokan energi sampai diekspor ke negara tetangga dan tarif listrik pada tahun itu menjadi turun saking banyaknya energi yang dihasilkan. Berita tentang pemerintah Jerman yang sampai membayar warganya untuk menggunakan energi listrik pun muncul. Tapi kebenarannya tidak bisa dibuktikan, aku sendiri mencari tahu apakah Jerman benar-benar menghibahkan energi, namun tak ada berita dalam bahasa Jerman yang kutemukan. Jadi, aku anggap berita di Indonesia kadang menyebar hoax dan berlebih-lebihan saja. Anyway, sehubungan dengan listrik, kali ini aku akan sedikit membahas tentang konsep pembayaran listrik di Jerman yang mungkin akan menambah pengetahuan kita tentang Jerman.

Berbeda dari konsep pembayaran listrik di Indonesia yang hanya ada satu jalur, yakni melalui PLN (Perusahaan Listrik Negara),  di Jerman ada lebih dari 1000 perusahaan penyalur energi listrik yang menawarkan tarif yang berbeda-beda, ada yang lebih murah, lebih mahal, lebih ekonomis, lebih ramah lingkungan dsb. Berikut fakta-fakta seputar listrik (strom) yang menarik untuk disimak:

  1. Siapa yang memasang listrik?

Pertanyaan ini juga yang muncul di otakku. Di Indonesia, tentu saja kalau kita membangun rumah dan ingin memasang strom, petugas PLN yang akan datang, mengatur, mengukur, dan membuat laporannya tergantung dari berapa jumlah permintaan atau kebutuhan kita perbulan (per harinya). Kalau di Jerman ada ribuan perusahaan listrik, aku bertanya-tanya: masak iya, satu persatu perusahaan listrik itu masang listrik di tiap-tiap rumah? Kalau kita mau ganti langganan listrik, masak iya listrik kita dicabut, trus dipasang sama perusahaan yang baru? Kenyataannya, suamiku selalu gonta-ganti penawaran tiap tahun, tapi nggak ada tuh, petugas listrik yang datang ke rumah dan ganti aliran strom kita. Hmmm…

Ribuan perusahaan yang menawarkan tarif listrik tersebut rupanya membeli kuota jaringan listrik dari Netzbetreiber. Netzbetreiber ini semacam perusahaan pemerintah yang bertugas untuk memasang, mengalirkan listrik dari rumah ke rumah. Lalu Energiversorger atau Stromanbieter membeli sejumlah kuota dari sana untuk ditawarkan ke masing-masing orang yang membutuhkan. Jadi kita nggak langsung membeli energi listrik tersebut dari pemerintah, tapi dari perusahaan yang kulakan ke pusatnya tersebut.

Stromnetz Hamburg adalah salah satu Netzbetreiber yang memasang dan mengalirkan listrik

Oleh karena itu, ada ribuan perusahaan listrik yang kulakan dan menjualnya kembali kepada kita, dan karena masing-masing perusahaan ingin mendapat pelanggan, harga yang mereka jual pun bervariasi.

Bundesnetzagentur adalah pihak pemerintah yang bertugas untuk mengecek masing-masing perusahaan listrik. Apakah mereka menyalurkan penjualan listrik tersebut secara bagus, adil, merata dan tanpa kecurangan.

2. Apakah kita sebagai pelanggan boleh gonta-ganti langganan listrik?

Berbeda dari konsep pembayaran listrik di Indonesia, dimana kita tidak ada pilihan lain selain membayar dan menerima berapapun harga yang ditawarkan oleh PLN, di Jerman, ada hukum yang mengatur, bahwa sejak tahun 1988, masing-masing individu punya HAK untuk memilih satu Stromanbieter (perusahaan penyalur strom) dan langganan tiap bulannya. Kita juga punya hak sepenuhnya untuk ganti ke perusahaan lain jika kita merasa tidak puas, dicurangi, atau kalau pas perusahaan lain memberikan diskon, dsb.

3. Berapa kali kita boleh gonta-ganti perusahaan listrik?

Tak ada batasan, kita boleh ganti kapanpun dan berapa kali pun kita mau. Namun, ada beberapa perusahaan yang memberlakukan Kündigungsfrist, yakni batas minimum untuk berhenti berlangganan, masa berlakunya bisa 4 minggu sampai berbulan-bulan. Jadi gini, sebenarnya kita boleh berhenti langganan kapan saja, bahkan satu hari setelah kita daftar, namun karena aturan kündigungsfrist ini, kita harus tetap membayar di perusahaan tersebut sampai batasnya dicapai. Kalau aturannya 3 bulan, kita bisa saja sekarang berhenti berlangganan, tapi selama 3 bulan ke depan, kita harus tetap bayar listrik di sana.

4. Harganya bervariasi, berapa sih kira-kira?

Terus terang, selama aku tinggal di Jerman (4 tahun) ini, sekalipun aku tak pernah bayar listrik. Hehehe. Maklum, dulu aku cuma bayar sewa sekaligus biaya listriknya. Jadi, berapa pun itu, aku tidak pernah tahu.

Karena tema listrik ini cukup menarik dan berbeda dari konsep di Indonesia, jadi aku tertarik untuk bertanya kepada suami, dan mencari tahu, berapa sih kira-kira orang bayar listrik di Jerman.

Sama seperti di Indonesia, masing-masing keluarga punya kebutuhan listrik yang berbeda-beda. Tergantung seberapa besar rumah/apartemen kita, berapa jumlah anggota keluarga (karena kompor dan pemanas air untuk mandi juga menggunakan listrik, jadi semakin banyak anggota keluarga, semakin besar kebutuhan kita).

Sebuah apartemen yang kecil yang ditinggali 2 orang seperti apartemen kami misalnya, akan berbeda biayanya dengan sebuah rumah besar yang bertingkat-tingkat. Kami membayar listrik 83 euro per bulan.

5. Bagaimana kalau menggunakannya dengan hemat, masa iya, tiap bulan bayarnya tetap?

Tentu saja tidak. Tapi di Jerman, semua dihitung kayak itungan pajak, yakni per tahun. Jadi, tiap bulan kita bayarnya segitu, di akhir tahun (berlangganan), penggunaan listrik kita akan dihitung ulang. Kalau kita menggunakan listrik berlebih dari kuota yang kita tentukan, kita harus membayar biaya tambahan, namun jika kita berhemat, kita akan mendapat uang kembalian. Begitu pun dengan biaya pemanas ruangan (heizung) dan air.

6. Bagaimana caranya berlangganan listrik?

Gampang banget. Kalau kita baru pindah apartemen dan harga sewa kita tidak termasuk listrik alias kita harus membayar sendiri, kita tinggal daftar saja secara online. Ada ratusan website untuk mendaftar dan mengganti perusahaan listrik. Yang paling terkenal adalah: Check24.de dan verivox.de, stromvergleich.de, dsb. Tinggal cari menu stromanbieter dan anmelden.

7. Mengapa kita harus rutin ganti perusahaan listrik?

Sebagai orang asing di Jerman, pastinya kita malas ngurusin gonta-ganti listrik, nulis surat berhenti berlangganan dan daftar ke perusahaan yang baru. Namun, apa yang dilakukan suamiku bisa menghemat uang ratusan euro per tahun.

Pasalnya, ribuan perusahaan listrik tersebut saling bersaing satu sama lain. Lima perusahaan besar penyalur energi listrik adalah E.ON, Energie AG, RWE AG, EnBW, Vattenfall, EWE. Dan masing-masing punya tarif yang kompetitif. Biasanya, mereka menawarkan bonus diskon beberapa persen untuk pelanggan baru di TAHUN PERTAMA. Artinya, kalau kita jadi pelanggan baru, kita bakal dapat diskon di tahun pertama, tahun selanjutnya, bayar harga normal. Kadang kita juga bisa dapat macam-macam hadiah sebagai pelanggan baru, sepeda gunung, koper, dsb. Jadi, kenapa kita harus loyal ke salah satu perusahaan yang merugikan kita?

Suamiku SELALU dan SELALU ganti perusahaan strom TIAP TAHUN. Kadang aku sebagai orang Indonesia nggak habis pikir, capek-capek gonta ganti penawaran, ya mbok nrima saja wes! Tapi yang namanya orang Jerman yang super perhitungan, dia rajin banget nulis surat berhenti langganan dan pindah perusahaan yang lain karena di perusahaan lain, kita bakal dapat prämie (bonus) untuk satu tahun ke depan dan dengan demikian, kita hemat 100-200 euro per tahun. Kalau kita tetap di satu perusahaan, kita akan disuruh bayar lebih mahal.

8. Apakah ada kemungkinan kita di blacklist kalau gonta-ganti?

TIDAK. Karena ada hukum yang melindungi pelanggan dan itu sudah hak kita untuk ganti kalau merasa tidak cocok. Di Jerman, ganti perusahaan listrik tiap tahun adalah wajar. Tak hanya suamiku, kakaknya pun melakukan hal yang sama. Bahkan kakak suamiku membantu orang-orang yang malas untuk menulis surat ke perusahaan listrik dan membantu mereka mengganti perusahaan TIAP TAHUN. Dari sana, orang yang dibantu berhasil hemat 100-200 euro per tahun, kakak iparku dapat bonus beberapa persen dari hasil penghematan tersebut. Jadi, tak ada yang dirugikan dan orang-orang yang malas atau tidak tahu caranya berganti langganan tersebut juga tidak kehilangan apapun, malah senang karena bisa berhemat. 😀

Kalau kalian malas juga, hubungi saja aku, nanti aku sambungkan ke dia. Wkkkk.

9. Apakah di Jerman pernah mati lampu?

“Im globalen Vergleich gehört Deutschland zu den Ländern mit dem geringsten Stromausfall”

Menurut data Bundesnetzagentur yang aku dapat dari finanztip.de, Jerman merupakan salah satu negara dengan tingkat mati listrik yang paling rendah. Artinya, di Jerman bukannya tak ada mati lampu (stromausfall), tapi jarang banget terjadi. Selama hampir 5 tahun tinggal di Jerman, tak sekali pun aku mengalami kejadian mati lampu. Suamiku bilang selama 30 tahun dia hidup, hanya beberapa kali dia pernah mengalami mati lampu dan singkat banget (bisa ditung jari). Waktu di Batu, mati lampu bukan hal yang baru, kadang sampai seharian. 😀

Sekian informasi seputar listrik dan konsep pembayaran listrik di Jerman yang berbeda dari Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa like facebook fanspage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (terima kasih banyak)

Liebe Grüße

References:

Comments

  1. Halo Girindra, selama di Jerman seingatku baru sekali mati lampu dirumah, itupun dalam hitungan detik nyala lagi 😀 . Bbrp tahun terakhir kita pakai listrik yg ramah lingkungan, mungkin lebih mahal sedikit dibanding perush. listrik lain, tp kata suamiku paling tidak menjaga lingkungan buat anak cucu kita dimasa depan. Pas ke supermarket ada stand listrik lain, ujung2nya jd berdebat sama suamiku (org Jerman emang suka berdebat yaa haha), katanya listrik lain ini lebih murah banget, nah suamiku bilang ga murah2 amat, dan pakai sumber batubara itu bikin kotor udara 😀 . Apapun pilihannya ya aku sih tinggal menikmati aja hehe. Tahun lalu kita dapat pengembalian uang listrik, thn ini sengaja bayarannya dilebihin sedikit biar dpt pengembalian lagi 😀 .

    1. Aduuh iya mbak, bener banget kalau masalah debat, orang Jerman emang juaranya,,, hahha…. aku juga gak mau tau menahu sebenarnya untuk pembayaran apapun, malas ngurusinnya,,, wkkkk sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.