Saat ini program ke luar negeri dengan cara menjadi au pair sudah mulai marak diperbincangkan di Indonesia. Meskipun begitu, masih banyak pertanyaan yang masuk ke Grup AFA seputar ‘cara mengetahui calon host family itu real atau fake’. Aku sendiri sering menerima curhatan pembaca denkspa yang berisikan foto-foto chat dari calon host family yang berisikan percakapan antara calon au pair dan keluarga penerima. Dari sana, aku berinisiatif menulis artikel ini dan akan menjelaskan ciri-ciri calon host family yang kamu dapatkan itu real atau fake.

Alert: Artikel ini bukan cara untuk mengetahui calon host fam itu baik atau nggaknya, banyak host fam yang real tapi nggak baik. Untuk memilih calon host fam yang baik, kalian bisa baca artikel: 5 Cara memilih Host Family Au Pair!

Baca juga: Apa Itu Au Pair ?

Baca Juga: Au Pair itu Bukan Pembantu

  1. WAJIB TAHU ORANG INDONESIA BOLEH MENJADI AU PAIR DI NEGARA MANA SAJA!!

Ada yang sms padaku menanyakan, “Kak ini host fam beneran nggak ya?”. Lalu aku cuma lihat nama orang yang menulis bernama keinggris-inggris an, dan tinggal di USA. Tanpa membaca sms lanjutannya, aku bilang ke dia. “Bisa saja host family itu real! Tapi kamu membuang waktu untuk berusaha jadi au pairnya, wong orang Indonesia nggak bisa jadi au pair di Amerika!”

Girls/Guys! Pahami dulu, sebagian besar negara di dunia menerima au pair, tapi nggak semua negara menerima orang Indonesia menjadi au pair mereka. Jika kalian pengen jadi au pair ke negara tersebut, visa nya nggak ada. Bisa aja kalian memakai visa jenis lain tapi resikonya kalau ketahuan bisa bahaya.

“Sedikit cerita, saat selesai au pair di München dulu, tetangga host fam ku (Pasangan Belanda-Jerman) akan pindah ke Oxford. Aku sering bertemu mereka di taman bermain dan kadang kerja sambilan untuk menjaga anak mereka saat mereka tak ada di rumah. Dari host famku, mereka dapat cerita bahwa aku ini rajin, sayang ama anak2, dsb. Lalu mereka ingin banget membawaku ke Oxford untuk dijadikan au pairnya. Tentu saja aku seneng banget. Dari dulu aku pengen ke Inggris atau tinggal di English Speaking country untuk memperlancar kemampuan bahasa Inggrisku. Terlebih aku udah kenal ama keluarga ini. Nggak mungkin donk mereka menipuku. Akhirnya mereka mengupayakan kontrak dan visaku. Tapi akhirnya kami sama-sama mengetahui bahwa orang Indonesia ternyata nggak bisa jadi au pair di Inggris. Mereka bahkan mengupayakan dengan menelepon kedubes Inggris di Jakarta dan menghubungi agen supaya bisa memindahkan aku dari Jerman ke Inggris. NIHIL. Nggak bisa. Sampai mereka ingin memberikan jaminan untukku supaya bisa tinggal setahun di Inggris. NIHIL. Intinya nggak bisa. Akhirnya, kami pun menyerah dan aku memutuskan untuk lanjut FSJ di Jerman.”

Berikut ini, daftar negara-negara popular penerima au pair dan yang menerima orang Indonesia menjadi au pair. Selain negara-negara di bawah ini, mungkin ada negara lain yang belum aku ketahui (tulis). Kalian bisa tambahkan di komentar jika tahu!

#Jerman

# Belgia

# Prancis

# Belanda

# Austria

Ada orang Indonesia yang pernah menjadi au pair di negara #FINLANDIA #DENMARK #NORWEGIA dan #AUSTRALIA. Tapi setelah banyak membaca, aku temukan bahwa mereka harus apply visa Student, atau visa work and holiday (travel) untuk apply au pair di sana. Dan tentunya dengan sejumlah uang jaminan deposit puluhan juta (tergantung regulasi negara masing-masing). Tentu saja ini bukan untuk kalian yang ingin ngirit atau dengan modal nekat aja keluar negeri nya, kan?

Kalau kalian mendapat pesan positiv dari host family yang bukan dari negara di atas. Bisa jadi host family nya hanya nggak tau dan nggak bermaksud nipu, untuk itu, coba cek di website resmi negara tersebut di Indonesia. Misal, kalian dapat sms dari Swiss, Spanyol, atau Italy. Coba cek di website resmi kedutaan besar negara tersebut di jakarta dan teliti jenis visa yang mereka tawarkan. Kalau ada Visa au pair, berarti mereka menerima orang Indonesia jadi au pair di sana. Kalau nggak, untuk memastikan, email atau telpon aja kedubesnya dari pada penasaran, kan?.

Kalau masih pengen banget jadi au pair di negara-negara tertentu, tentunya kalian harus merogoh kocek leboh dalam untuk memperoleh visa student atau work and holiday visa.

Berarti? Selain negara-negara di atas, nggak ada orang yang jadi au pair donk di negara tsb? Ada, tapi bukan orang Indonesia! Misal di Amerika hanya menerima au pair dari negara A, B,C. China hanya menerima dari A,B,C. Tapi mereka nggak nerima dari Indonesia. Jadi, jangan memaksakan diri, oke. 😊

 

  1. UANG SAKU YANG DITAWARKAN SEWAJARNYA

Selain dari kebijakan suatu negara dalam menerima au pair Indonesia, yang harus kita perhatikan adalah penawaran aung sakunya. Masing-masing negara punya ambang batas memberi uang saku au pair. Meski demikian, tak mustahil, sang host family baik banget kepada si au pair dan memberikan ekstra uang saku per bulan. Di Jerman, uang saku au pair adalah 260 euro per bulan. Tapi temanku bisa mendapat uang makan 100, uang pulsa 20, uang transport 80 per bulan. Aku sendiri dapat uang transport 25 dan gaji tambahan jika kerja ekstra per bulan. Di Belanda, kenalanku orang Filipin mengaku mendapat uang saku 550 euro per bulan.

 

Uang  saku sewajarnya adalah yang tidak terlampau tinggi. Ada yang menunjukkan padaku bahwa calon host famnya akan memberi uang saku 2500 USD per bulan. Ini udah tidak wajar. Siapa yang nggak pengen uang 2500 USD tiap bulan?. Tapi ingat, au pair itu tidak digaji, tapi hanya diberi uang saku. Jika 2500 per bulan itu namanya udah gaji pegawai, bukan uang saku lagi. Uang saku itu tidak sebanyak gaji full time job. Jadi jangan tergiur dengan gaji sebanyak itu, itu jelas penipuan.

 

  1. Fasilitas yang ditawarkan, sewajarnya. Begitu pun kewajiban yang dibebankan.

Apa aja fasilitas normal dan hak yang akan didapat au pair?

+ Uang saku (kalau di Jerman 260 euro)

+ Kursus bahasa satu kali, lalu tambahan 50 euro (kalau di Jerman) setiap bulan untuk setiap kursus bahasa yang akan kita jalani.

+ Asuransi kesehatan (asuransi perjalanan untuk Visa, kita bayar sendiri),

+ Kamar tidur yang terpisah dari anak-anak (fasilitas tambahan seperti TV, laptop, hp kadang juga diberikan tergantung host fam-nya),

+ Uang transport ke tempat kursus atau ke kota(ini harus dibicarain dulu, kadang ada yang tidak dapat),

+ Tiket pesawat (ini juga ada yang tidak dapat, ada yang dapat setengah, tergantung kedermawanan calon host family),

+ Makan dan kebutuhan lain-lain, misal pulsa, internet, paket data, dsb (ini juga ada yang nggak dapat, ada yang dapat berlebih). Kalau sabun, shampoo dsb, kita harus beli sendiri,

+ Kadang ada yang dipinjami sepeda, motor atau mobil demi kemudahan sang au pair, ini wajar. Untuk itu, kalian harus punya SIM Internasional dulu sebelum berangkat,

+ Satu bulan full libur dan tetap diberi uang saku,

+ Hari libur 2x seminggu (atau disesuaikan dengan jam kerja 30 jam perminggu kalau di Jerman)

+ Kebebasan menjalani ibadah dan toleransi pola makan sesuai dengan agama au pair.

Kemudian kewajiban au pair:

+ Yang paling utama adalah menjaga anak tidak melebihi jam yang ditentukan Undang-Undang per-au-pair-an di satu negara. Misal di Jerman, au pair nggak boleh kerja lebih dari 30 jam per minggu.

+ Membantu merapikan rumah atau hal-hal lain yang disebutkan di dalam kontrak, kalau aku dulu merapikan dapur setelah makan. Temanku ada yang disuruh setrika kalau pas anak-anak lagi di sekolah. Selama itu tidak memberatkan sang au pair, tidak mengganggu jam belajar bahasa dan tidak melampaui batas, berarti masih wajar. Ada yang disuruh berkebun dan mencangkul juga. Dan kalau keberatan, lebih baik didiskusikan untuk meminta tambahan uang saku atau mencari keluarga lain.

Jika kalian diiming-iming jam kerja ringan, uang saku banyak banget dan terasa tidak wajar, maka perlu curiga dan dapat dipastikan nggak bener tuh host family.

  1. Prosedur NORMAL

Untuk jadi au pair ke luar negeri kadang kita bertaruh dengan diri kita sendiri dan takut-takut kalau ada apa-apa, ya kan? Tak hanya kalian. Sebenarnya host family yang real, mereka juga takut loh kalua kita-nya yang fake.

Cerita lagi. Satu minggu sebelum keberangkatan, host fam ku membelikanku tiket pesawat dan bilang di whatsapp: ‘Aku hanya berharap kalua kamu ini real dan bukan Fraud (penipu) lalu benar-benar datang ke Jerman untuk kami’. Waktu itu, aku hanya bisa mikir, “Heh? Masa ada sih orang ke Jerman jadi au pair trus nipu? Padahal udah dibelikan tiket pesawat pula?“. Ternyata menurut cerita banyak juga orang dari Rusia, Afrika, Amerika, Amerika Selatan yang sudah diundang jadi au pair ke Jerman oleh salah satu host family, begitu tanggal kedatangan, mereka kabur dan nggak nongol batang hidungnya alias melarikan diri dan kerja atau menemui kenalan (pacar) di Jerman. Kemudian ganti visa gitu aja setelah sampai di Jerman dengan bantuan orang lain. Oleh karena itu, wajar juga kalau masing-masing pihak saling curiga satu sama lain. Masalahnya kan keduanya merupakan orang asing yang sebelumnya tak kenal satu sama lain.

Nah, untuk mendeteksi apakah calon host fam kita itu beneran atau boongan, kita bisa tahu prosedur kita dalam menjadi au pair:

+ Jika kenal dari orang lain (misalnya kenalan kita udah jadi au pair) dan meminta kita untuk jadi penggantinya, maka prosedurnya lebih simple. Tinggal ngliatin profil kita, atau tukar profil keluarga, video call, kirim kontrak, apply visa, persiapan dan berangkat,

+ Kalau dari agen, kita dibantuin agen untuk ngurusin prosedurnya dan tanggung jawab agen apakah calon host fam itu real atau fake,

+ Kalau mandiri, prosedur yang bisa kalian baca sendiri seperti ini:

 

Jika ada prosedur lain seperti di bawah ini, perlu kita curigai bahwa calon host fam itu fake:

* Meminta identitas kita secara berlebihan. Calon host fam perlu identitas kita untuk mengisi kontrak, mendaftarkan asuransi, dan mendaftarkan kita ke lembaga kursus di Jerman. Untuk itu, mereka butuh:

# Nama lengkap kita

# Tempat dan Tanggal lahir

# Asal negara (yang pasti mereka udah tau sendiri)

# Alamat surat menyurat di Indonesia (untuk ngirim kontrak)

# Alamat email

# No hp

Data-data lain yang akan digunakan dan tidak berhubungan dengan data keuangan kita (misal kemampuan bahasa kita)

Calon host family TIDAK PERNAH meminta:

# NO rekening kamu untuk mengirim uang. Kecuali setelah selesai mengurus Visa, lalu kalian ada masalah dengan pemesanan tiket pesawat dan mereka ingin membantu membelikan dengan mengirimkan uangnya. Tapi biasanya mereka nggak akan semudah itu mengirimkan uang, mereka akan memesankan tiket pesawat untuk kita melalui bank atau kartu kredit mereka tanpa meminta nomor rekening kita.

# NO PASPOR/Identitas penting dan confidential lainnya.

  1. TIDAK MEMINTA KITA MENGIRIM UANG SEPESER PUN

Salah satu ciri host fam yang palsu adalah ujung-ujungnya meminta kita mengirim sejumlah uang. Ini udah nggak bener. Kita nggak boleh mengirim sepeserpun kepada calon host fam. Memberikan uang kepada agen penyalur adalah wajar, tapi tidak langsung kepada host fam apapun alasannya.

Sahabatku ada yang tertipu 8 juta karena ketidak tahuannya soal ini. Dia yang polos (saat itu) mendapat calon host fam dari Inggris. Kemudian setelah banyak berkirim pesan, dia disuruh mengirim 8 juta ke rekening calon host fam lewat salah satu alternativ pengiriman uang ke luar negeri. Dengan dalih untuk menyiapkan dokumen, pengiriman dokumen ke Indonesia dan pembelian tiket pesawat dari Inggris, calon host fam palsu tersebut berhasil meyakinkan temanku untuk mengirimkan uangnya. Setelah uang dikirim, taka da kabar apapun lagi dari sang penipu tersebut.

 

So, apapun yang terjadi, jika sudah di tahap meminta mengirim uang. Ini jelas penipuan. Tak ada host fam yang meminta uang kepada au pairnya. Host fam sendiri biasanya orang yang berpenghasilan lebih yang mampu mengundang seseorang dari luar negeri untuk berada di negaranya. Jadi, jangan sampai mau untuk mengirimkan uang.

*

Semoga tips ini sedikit membantu menjawab kekhawatiran kalian tentang au pair. Santai saja, sebenarnya calon host fam yang real atau fake itu gampang banget kok diketahui. Asal kita udah tau saja ciri-cirinya.

 

Jika kalian merasa terbantu, tercerahkan atau mungkin terselamatkan dari info-info yang kami tulis, kami akan sangat berterima kasih jika kalian mau sedikit berdonasi untuk denkspa. Donasi tersebut akan sangat mendukung dan memotivasi kami untuk tetap memberi info secara jujur, transparan dan fair tentang apapun di Jerman. Caranya bisa klik di sini:

Follow instagram: @resep.anak.rantau  

Youtube channel belajar bahasa Jerman dan seputar Jerman: Youtube Denkspa

Baca juga: 5 Cara agar host family Tertarik padamu!

Baca juga: Prosedur Mendaftar Au Pair secara Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.