Kalau kita tanya sama teman atau orang (yang bahkan sudah tinggal dan melakukan FSJ/BFD di Jerman) pasti mereka jawab: perbedaannya di umur. Kalau FSJ maksimal batasan umur 27 tahun, kalau BFD sampai 99 tahun. Apakah hanya itu perbedaannya?

Tulisan ini sudah aku bikin Video dan kalian bisa menontonnya di sini kalau malas baca 🙂

Nyatanya meski umur adalah salah satu perbedaan yang paling penting untuk diketahui buat orang yang mau daftar program ini, masih ada banyak hal yang membedakan FSJ dan BFD. Apa saja tuh?

Baca juga: Seputar FSJ dan BFD di Jerman

  1. Dari Segi Umur

FSJ : setelah lulus sekolah sampai umur 27 tahun

BFD: Setelah lulus sekolah sampai 99 tahun (tak ada batasan umur).

Jadi, kalau ada yang tanya, umur 20 tahun boleh nggak melakukan BFD? Boleh saja, begitu pun dengan umur 40, 50, dst. Tapi umur 40, 50, dst tentu saja tidak boleh melakukan FSJ ya.

Baca juga: Persiapan Penting Sebelum FSJ/BFD di Jerman

2. Boleh dilakukan berapa kali

FSJ : Hanya boleh dilakukan 1 kali SEUMUR HIDUP.

BFD: Boleh dilakukan berkali-kali seumur hidup dengan tenggat waktu 5 tahun setelah satu program dengan program yang lainnya selesai.

Jadi, jika tahun 2000-2001 kita melakukan BFD, kita kudu nunggu sampai 5 tahun berikutnya (2006) baru bisa ikut BFD lagi. Namun, FSJ, tidak boleh dilakukan berulang2.

 

3.  Jam Kerja

FSJ : Selalu Full Time Job (38,5 – 40 jam per minggu)

BFD : Ada yang fulltime job, namun ada juga yang part time job untuk mereka yang saat daftar usianya sudah lebih dari 27 tahun. Misalnya 20 jam per minggu. Mengapa seperti ini? Jadi logikanya, orang yang usianya udah 30 (misalnya), di Jerman biasanya udah punya kerjaan tetap, tapi tergerak buat jadi Volunteer dan bolehlah part time ngebantu gereja atau dinas sosial lainnya.

4. Bisa dilakukan di luar Jerman?

FSJ : Bisa

BFD: Tidak Bisa

5. Träger yang menaungi

FSJ : anerkannte Einrichtungen der freien Wohlfahrtspflege auf Landesebene (Wohlfahrtsträger).  Instansi pemerintah daerah.

BFD : Bundesrepublik Deutschland, vertreten durch das Bundesamt für Familie und zivilgesellschaftliche Aufgaben; zwischengeschaltet sind evt. weitere Zentralstellen (Bundesrepublik Deutschland). Pemerintah pusat.

6. Einsatzstelle (Tempat kerja)

FSJ : Anerkennung bei den auf Landesebene anerkannten Trägern. Lembaga atau yayasan sosial yang diakui oleh Instansi pemerintah daerah.

BFD: Anerkennung bei der Bundesbehörde / Bundesamt für Familie und zivilgesellschaftliche Aufgaben. Lembaga atau yayasan sosial yang diakui oleh pemerintah pusat (menteri pelayanan masyarakat dan sipil)

Baca juga: FSJ/BFD Bersama istri/suami bagaimana?

7. Kontrak Kerja

FSJ:  Perjanjian kontrak kerja dengan instansi pemerintah daerah.

BFD : Perjanjian kontrak kerja langsung dari pemerintah pusat (federal)

Baca juga: FSJ di Kindergarten di Jerman

8. Seminar

FSJ : Peserta FSJ mendapatkan seminar sebanyak 25 kali dalam setahun.

BFD : Peserta yang usianya belum genap 27 tahun, mendapatkan seminar sebanyak 25 kali dalam setahun. Peserta yang usianya lebih dari 27 tahun boleh mengikuti seminar sesuai keinginan dan kebutuhan.

Baca juga: Link untuk daftar FSJ dan BFD di Jerman

*

Pengalamanku 6 bulan FSJ dan 1 tahun BFD di Jerman:

Dari segi fasilitas, mulai uang saku, tempat kerja dan semuanya sebenarnya tak ada bedanya. Meskipun kontrak kerja berubah, tapi kita tak harus mengurusi sendiri perubahan tersebut, melainkan Träger yang mengurusinya (waktu itu Trägerku Internationaler Bund atau IB Hamburg). Sejak awal masuk FSJ (Maret 2015), aku sudah diwanti-wanti oleh pihak IB, bahwa setelah Juli 2015 (di Juli 2015 aku genap 27 tahun), aku harus ganti kontrak dari FSJ ke BFD dan harus menghubungi mereka kembali. Aku hubungi lewat tlp, kontrak diurusi dan otomatis orang yang jadi penanggung jawabku (ansprechpartner) juga berubah. Kemudian, kontrak dan segala perkakasnya dikirim lewat pos, beres sudah.

Dari segi seminar: 

Ini beda banget. Saat FSJ, aku seminar dengan (rata-rata), remaja Jerman yang baru lulus sekolah, super remaja yang masih belum dewasa dan kelihatan banget pengen have fun dan susah diajak ngobrol. Tapi begitu kontrak udah ganti BFD, pihak Träger mengorganisir seminarku dengan peserta BFD lainnya, yang rata-rata orang Jerman juga, namun yang sudah tua-tua semua. LOL. Rata-rata mereka pensiun dini dan nggak tau mau ngapain kalau nggak kerja lagi atau untuk mengisi waktu di luar waktu kerja mereka (bagi yang sudah kerja). Ada bapak-bapak yang waktu itu usianya sekitar 40 an, belum pensiun, tapi dia ikutan BFD buat nyari aktifitas tambahan saja.

Tema seminar pas FSJ dan BFD juga (dari pengalamanku) beda banget. Pas FSJ lebih ringan, fun, interaktiv, banyak aktifitas outdoor, seperti mengunjungi danau dan maen kayak, aktifitas out bond bersama remaja-remaja lainnya. Tapi pas seminar BFD, rata-rata bersama orang-orang yang sudah dewasa, pastinya lebih serius, membahas seputar politik, kesehatan, dsb.

*

Liebe GrĂĽĂźe

Sumber :

https://www.bundes-freiwilligendienst.de/fsj-freiwilliges-soziales-jahr/unterschiede-fsj-bfd

https://www.sozialeinsatz.de/infos/unterschied-fsj-und-bfd-bundesfreiwilligendienst

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.