Kali ini aku mau berbagi pengalaman ku ketika mendaftar FSJ/BFD di Jerman. Info sedikit aku pertama kali ke Jerman dengan mnegikuti program Aupair selama 6 bulan. Kenapa 6 bulan? Ya karena host family ku saat itu cuman butuh Aupair selama 6 bulan. Aku bisa di bilang sangat kepepet ketika menyiapkan semua berkas-berkas untuk lamaran FSJ/BFD. Aku memulai menulis dan membuat surat lamaran, motlet dan lainnya ketika masa Aupair ku berakhir 3 bulan lagi. Kesalahanku karena awalnya aku pikir waktu 3 bulan cukup untuk mempersiapkan semua dengan santai. Jangan di tiru ya, apalagi kalau masa berlaku visa tinggal beberapa bulan. Lebih baik teman-teman yang sedang Aupair dan mau lanjut program FSJ/BFD kalian persiapannya minimal 6 bulan sebelumnya bahkan lebih awal lebih bagus. Oke lanjut jadi ini beberapa hal-hal kalian siapkan ketika mau melamar.

Baca juga:

Baca juga: Seputar FSJ dan BFD di Jerman

  1. Motivation Letter

Salah satu dokumen yang paling penting untuk di persiapkan, karena stelle/träger bakal tau motivasi kamu mendaftar dan ikut program fsj/bfd ini apa, mengenal sedikit pribadi kamu, kenapa mereka harus menerima kamu dan kelebihan kamu apa. Aku kebetulan nulis motlet gak menjurus spesial ke bidang tertentu, dan secara umum aja. Tapi akan lebih baik lagi kalau teman-teman menulis motlet disesuaikan dengan bidang FSJ/BFD yang mau kalian daftarkan, jadi keliatan lebih niat dan spesifik gitu. Kalian juga bisa tulis tujuan kalian setelah FSJ/BFD ini mau lanjut Ausbildung di bidang yang berkaitan sama FSJ/BFD tersebut misalnya pflege, pedagogis dll.

Baca juga: Contoh Lamaran Kerja, Daftar Riwayat Hidup dan Motivation Letter dalam bahasa Jerman dan Inggris

  1. CV

Curiculum vitae ini juga gak kalah penting sih, karena stelle/träger bisa tau spesifikasi kamu seperti apa. Kalau bisa design cv dibuat simple tapi terlihat menarik juga. Lampirkan semua pengalaman kerja atau kegiatan sosial kalian disana, dan jelaskan sedikit tentang jobdesk kalian apa. Pengalamanku (kebetulan aku FSJ di Büro) pertimbangan mereka nerima aku walaupun Bahasa Jerman ku masih jelek banget, yaitu karena aku udah ada beberapa pengalaman kerja sebelumnya di kantor itu terlampir di CV ku. Jadi itu bagus banget, dan kalau masalah bahasa mereka bilang akan berkembang berjalannya waktu karena saat aku mendaftarpun aku baru 4 bulan tinggal di Jerman dan mereka memaklumi bahasa ku.

Baca juga: Kerja Sosial (FSJ/BFD) di KINDERGARTEN (TK) di Jerman

  1. Surat Rekomendasi Host Family

Menurutku ini penting juga, kenapa? Karena kita kan selama tinggal dengan HF (Host Family) itu kerja ya, dan pasti HF juga sudah mengenal karakter kita bagaimana, bagaimana kita saat bekerja dan ikut dalam aktifitas mereka sebagai keluarga. Ini bisa jadi salah satu review buat stelle/träger buat pertimbangan menerima kamu, karena mereka melihat pov orang lain terhadap kamu.

Baca juga: 5 Cara Memilih Host Family Au Pair

  1. Ijazah

Aku juga lampirkan ijazah kuliah ku. Beberapa kali aku mendaftar langsung lewat website mereka minta untuk melampirkan ijazah studi terakhir. Ijazahku kebetulan udah ada translate bahasa inggrisnya jadi aku gak translate ke jerman. Kalau kalian ijazahnya cuman berbahasa indonesia saja, lebih baik kalian translate dulu.

Baca juga: Info Lengkap Seputar ‘Anerkennung’ (Penyetaraan Ijazah) di Jerman

  1. Sertifikat kegiatan sosial

Ini salah satu dokumen pendukung sih. Di cv aku melampirkan beberapa kegiatan sosial yang pernah aku lakukan selama di Indonesia. Jadi sertifikat-sertifikat ini berguna untuk jadi bukti kamu pernah kerja sosial sebelumnya. Untuk sertifikat aku ada yang sudah berbahasa inggris dan ada yang bahasa indonesia (aku gak trasnlate dan langsung lampirin aja karena udah mepet mau translate hehe XD).

Baca juga: Info Seputar Nomor Jaminan Sosial (Sozialversicherungsnummer) di Jerman dan Cara Mendapatkannya

Bagikan artikel ini kepada teman yang membutuhkan dan jangan lupa follow dan Like facebook fanspage denkspa untuk mengapresiasi kerja aku sebagai blogger yang menyediakan informasi akurat seputar kehidupan au pair, fsj, azubi, mahasiswa dan pekerja di Jerman. Untuk itu, aku akan sangat berterima kasih kepada kalian.

*
Follow instagram: @denkspa

Youtube channel belajar bahasa Jerman dan seputar Jerman: Youtube Denkspa

Liebe Grüße

*

Artikel ini ditulis dan diedit oleh Girindra Wiratni Puspa atas informasi dan keterangan pengalaman dari narasumber (Anonym). Prosedur dan info yang ada di dalamnya, bisa berubah sewaktu waktu dan hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab informan maupun penulis. Harap cek secara berkala link-link yang tertera di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *