Pemandangan seperti ini sudah biasa sekali aku temui di banyak halte bis di Hamburg. Awalnya saat pulang kerja dan menunggu bis di dekat Altona, aku melihat tumpukan buku-buku di kursi panjang di dalam halte ini. Karena penasaran, aku sengaja skip bis yang lewat dan tidak menaikinya agar aku tahu apakah ada orang yang mengambil buku-buku ini, ataukah dibawa pemulung? Atau malah dibawa truk pengangkut sampah :D.

Belum sampai 10 menit, ada 3 orang yang silih berganti masuk ke halte tersebut dan memilih-milih buku, lalu mengambil satu atau dua buku untuk dibawa pulang. Satu jam aku menunggu di sana, tumpukan buku tersebut berkurang.

Orang memilih buku

Setiap kali pulang kerja, selalu ada saja orang yang membuang buku di halte ini dan ada pula orang yang memungutnya untuk dibaca. Mungkin mereka akan membuangnya lagi kalau sudah selesai dibaca, agar orang-orang yang kehabisan bahan bacaan bisa memungutnya. 😀

Sampai saat ini, aku masih tak habis pikir, kenapa halte ini jadi tempat tukar menukar, tempat pemungutan buku ya?. Kalau di Indonesia, di mana kira-kira kita bisa memungut buku-buku gratis seperti ini? Mungkin teman-teman ada yang pernah tahu? Karena di Batu aku belum pernah menemukannya.

Liebe Grüße aus Hamburg

Jangan lupa like facebook fanpage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)

Salam dari Hamburg 

Comments

  1. wah, adem baca ini,
    mungkin buku sengaja di simpan di halte biar yg nungguin busx bisa sambilan baca buku ngilangin bosan,agak aneh kalau smpe ada yg bawa pulang ya mba.. hihi

  2. Kalo di Indonesia, yang begitu diambil semua…..trus dijual lagi wkwkwkw xD

    Bener2 ya yg namanya budaya orang2 Jerman itu suka bikin geleng2 lah, dengan mengkomparasikan langsung tabiat org di Indonesia di sini kaya gimana. Hmm……..

  3. Hmm mungkin karena kegemaran membaca di luar jauh lebih besar? Dan bukan hanya novel non fiction/self help/etc, tapi buku genre dan fiksi juga lebih laris manis. Aku pernah menemukan hal yang serupa di pesawat… bahkan di kantong belakang tempat duduknya ada pesan dari airline yg tulisannya kurang lebih “feel free to take a book and leave your old ones behind”. Sayangnya aku lupa ini pesawat apa… tapi yang jelas penerbangan antar sesama negara Eropa, jadi mungkin salah satu airline domestik di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.