Hallo Leute! Artinya Halo orang-orang (kurang enak yah di bahasa kita haha). Aku Alvita ingin mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2018” dalam bahasa jerman “Frohes neues jahr 2018”. Setelah lama tidak menulis, akhirnya aku memutuskan untuk nostalgia dan menulis hal-hal kecil yang menyita perhatianku ketika aku baru sampai di Jerman dulu. Hal-hal berikut dulu aku alami di Indonesia tapi tidak di Jerman.

1. Nyamuk

Percayalah, selama 2,5 tahun aku tinggal di Jerman tidak pernah sekalipun digigit nyamuk! Di Jerman sebenarnya ada nyamuk, malah guedee banget ukurannya hampir sama seperti telapak tangan. Tetapi nyamuknya tidak menggigit dan juga tidak mendengung. Aku cuma pernah lihat binatang tersebut di saat musim panas. Hal kecil ini membuat aku senang tinggal di Jerman, walaupun cuma nyamuk tapi waktu di Indonesia dulu ingat sekali sampai tidak bisa tidur gara-gara gatal atau berisik sebab dengungan nyamuk.

2. Pedagang keliling

Hal yang satu ini membuat aku rindu dengan Indonesia. Tinggal di sini menjadikan aku sadar bahwa kita sebagai orang Indonesia sangat dimanjakan, mau makan tinggal panggil abang nasi goreng misalnya, bisa diantar pula dengan uang tip sukarela. Sehari-hari tidak masak pun tak masalah karena kita dikelilingi pedagang makanan yang harganya sesuai kantong. Sedangkan di sini mau makan atau jajan adanya restoran, kafe, toko roti (biasanya menyediakan roti/kue dan kopi/teh), dan imbiss (warung makanan yang bentuknya seperti mobil truk atau ada juga yang mirip warteg). Mereka juga menyediakan jasa antar tetapi harganya untukku pribadi lumayan mahal. Sebagai perantau, aku tidak bisa bermanja-manja seperti dulu lagi, belajar efektif seperti sudah merencanakan apa yang mau dimakan selama 1 minggu, jadi aku biasanya belanja mingguan di supermarket dan mau tidak mau harus belajar masak. Setiap sabtu aku jadi rajin baca resep dan menulis bahan-bahan yang harus dibeli.

3. Toilet

Kalau toilet di luar negeri tidak ada semprotan air dan cuma pakai tissue pasti kebanyakan dari kalian sudah tahu. Begitu juga di Jerman dan di sini tidak ada WC jongkok. Tapi aku cukup kaget awalnya ketika tahu bahwa tissue di sini dibuang di dalam kloset, sedangkan di tanah air hal itu dilarang. Dulu tanpa ngerti apa-apa aku pikir orang Jerman jorok juga yah, kalau mampet gimana? Ternyata hal itu memiliki alasan tersendiri, tissue toilet itu dianggap sampah pribadi dan berbahaya karena mengandung banyak bakteri, hal itu juga membahayakan petugas sampah. Ditambah lagi sistem sanitasi Jerman yang sudah maju mampu mengolah tissue yang masuk ke dalam toilet, lagipula tissue di sini sudah diatur beratnya sehingga tidak menimbulkan kemampetan jika digunakan dalam batas normal.

4. AC alias Pendingin Ruangan

Berkebalikan dengan Indonesia yang hampir selalu panas, di sini hampir selalu dingin. Jadi di rumah-rumah Jerman biasanya tidak ada AC, adanya pemanas (Bahasa jerman: Heizung). Sebenarnya AC pun dijual di sini tapi dianggap oleh masyarakat Jerman kurang bernilai atau tidak worth it karena musim panas hanya 3 bulan dan AC itu harganya mahal. Kebanyakan mereka menggunakan kipas angin saja yang bisa dimasukkan lagi ke gudang jika musim panas berakhir. Sedangkan aku yang tidak punya kipas angin agak menderita sih, jadi aku sering main keluar dan buka jendela waktu tidur. Tetapi gedung-gedung besar seperti mall dan kantor, juga transportasi umum biasanya ada AC kok.

5. Kabel Layang

Aku kurang tahu nama yang tepat untuk kabel listrik yang sering kita lihat di jalanan. Ketika sedang Video Call dengan mama, dia berdiri di balkon rumah dan dari situ aku melihat kabel-kabel hitam bergantungan. Dalam hatiku “Yaampun udah lama gak lihat gituan” tipikal jalan di Indonesia dengan tiang listrik beserta kabel-kabelnya. Di sini sama sekali tidak ada, jadi kalau kita nengok ke atas itu langit bersih hanya ada pepohonan.

Sementara cukup segitu saja yang aku sadari berbeda, pastinya masih banyak hal-hal lain tapi belum masuk ke kepala. Kalau kalian tahu hal lain bisa komentar di kolom bawah 🙂

Liebe Grüße,

Alvita

Comments

  1. Gak ada bakul cilok keliling yah disana? Wkwkkwkwk

    Kenapa yah kalo lagi diluar negeri kangennya jajanan abang-abang. Kayaknya enak banget, tinggal nyegat depan rumah udah dapet makanan. Di Jerman mana ada kaya gitu.

  2. Wow hebat ya sistem instalasi listrik dan telepon di Jerman sampai nggak ada kabel layang. Apa kabelnya di dalam tanah?
    Untuk masalah toilet emang lebih jijik buang sampah tisu bekas dipakai ke tong sampah menurut saya, karena semua kotoran yang ada di tisu berkumpul di tong sampah dan bercampur aduk bakterinya. Kasihan juga petugas sampahnya karena ternyata itu sampah berbahaya dari bermacam-macam orang ynag menggunakan toilet. Hebat sekali sistem sanitasi Jerman sudah bisa mengatasi tisu yang dibuang ke closet.

    1. Sepertinya sih begitu, saya juga belum ketemu informasi soal itu. Tapi nanti kalau sudah tahu, akan menarik juga untuk dibahas di blog selanjutnya 🙂 Iya saya setuju plus baunya itu juga mengganggu, kalau di Indonesia sebenarnya masih bisa ditoleransi karena kita kan bilas pakai air dan mungkin kadang ditambah tissue hanya untuk mengeringkan.

  3. halo Alvita,

    Frohes neu Jahr 2018 vor allem Erfolg und Gesundheit, glück und Freude.
    Salam kenal dari saya, blog alvita isinya bagus sekali. Saya juga sedang belajar untk serius menulis blog, sebagai diary storylifeku dan juga memberikan informasi ketemen-temen imigrant Indonesia yang ada di Jerman.

    Grüße

  4. Nyamuk ada ko dan ngegigit, keluarnya pas summer aja. Anakku badannya merah2 kena gigit 😀 . Suamiku klo dengar dengungan nyamuk bisa ga jadi tidur, mesti dicari sampai ketemu dan dimatiin, tp klo dengar anaknya nangis2 kadnag cuek bebek aja tidur nyenyak haha.

  5. Ahaaaa iyaaa ga ada nyamuk, miss… di sana bersih sih 😞 emangnya di sini, tiap tempat bisa jadi tempat pembuangan sampah. Jepang jg ga ada nyamuk… 😁
    ahyaa miss ada pengalamanku liat turis bule foto kabel listrik… aku pikir ngapain foto itu kayak ga ada pemandangan lain aja yg lbh bagus.. hoo trnyata dia heran kali ama kabel semrawutnya indo hahahhahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.