Jadi aku iseng-iseng riset mengenai “kenapa sih orang jerman tuh dingin dan kaku?” dan susah buat berteman dekat dengan mereka. Kemudian aku menemukan salah satu website tanya jawab yang pertanyaannya juga sama dengan pertanyaanku. Di bagian komentar muncul berbagai macam komentar dari orang Jerman asli, bagaimana mereka memandang hal itu seperti berikut:

1.Orang Jerman itu terlalu formal atau kaku?

Menurut komentar mereka, orang Jerman sendiri (kebanyakan, tidak semuanya) tidak merasa mereka itu kaku dan dingin. Bagaimanapun ada stereotip yang bilang bahwa di bagian utara beberapa negara lebih dingin daripada bagian selatan negara tersebut. Dasarnya, orang selalu menganggap standar tingkah laku mereka itu sesuai, sedangkan yang lebih atau kurang dari standar itu dianggap tidak sesuai. Apa yang kita sebut formal, untuk mereka dianggap sebagai rasa hormat dan sopan santun. Contohnya di Jerman selalu menggunakan kata ‘Sie’ (anda) untuk orang belum dikenal karena menandakan bahwa mereka menghormati satu sama lain. Ini hanya langkah awal, tanpa rasa hormat tidak akan ada jalan masuk untuk persahabatan. Tapi kalau kalian salah bicara dan mereka lihat kalian orang asing, mereka akan maklum kok.

2. Stereotip mereka tentang Amerika

Di Amerika, mirip seperti Indonesia orang-orangnya cukup ramah seperti mengenalkan nama depan saat pertemuan bisnis, membuat banyak kontak fisik, bercanda seolah-olah sudah berteman lama. Untuk orang jerman, hal ini dianggap sebagai palsu atau dangkal (alias hanya di luarnya saja). Orang Jerman yang terbiasa dengan kejujuran melihat hal itu aneh karena logikanya orang yang baru bertemu pasti belum bisa berteman dekat, jadi jika mereka SKSD (sok kenal sok dekat) pasti itu hanya pura-pura, bukan perasaan yang sebenarnya. Jika orang Jerman tidak suka kamu, maka kamu akan tahu, begitu juga sebaliknya. Tidak seperti di Amerika yang tetap tersenyum kepada seseorang walaupun mereka membencinya. Tingkah laku umum orang Amerika ini meninggalkan keraguan bagi orang Jerman, apakah mereka bisa diajak serius jika dibutuhkan. Pikiran lainnya yaitu jika kalian memperlakukan orang asing sebagai teman, apa bedanya orang asing dan teman bagi kalian? Dan bagaimana kalian membedakan perlakuan terhadap teman dan sahabat? Sama halnya dengan Amerika, orang Indonesia memiliki lebih banyak orang yang kita panggil teman daripada orang Jerman. Sedangkan orang Jerman memanggil seseorang teman jika mereka memiliki hubungan yang dalam. Jadi jika baru berkenalan dengan orang Jerman dan mereka jarang tersenyum, jangan langsung berpikir bahwa mereka membenci kamu, mereka butuh waktu mengenal kamu lebih dekat sebelum memutuskan untuk berteman denganmu atau tidak.

3. Tidak ada budaya “basa-basi”

Di Jerman aslinya mereka tidak mengenal konsep basa-basi atau small talk. Hanya sekarang ada beberapa yang melakukan itu di generasi anak muda, mungkin karena banyak yang menonton film Amerika hehe 😀 Ketika menanyakan kabar seseorang maka jawaban yang diberikan adalah jawaban berat yang memang benar-benar menceritakan kabar orang tersebut, jika tidak ingin percakapan ini terjadi dan hanya ingin basa-basi saja yah jangan tanya, cukup menyapa “Hallo” dan kita akan mendapatkan “Hallo” kembali.

4. Diturunkan dari sejarah Jerman

Pada jaman bangsa Roma sebagai bangsa dengan peradaban paling tinggi di Eropa, Jerman hanyalah salah satu dari negara-negara barbar pada saat itu. Mereka tidak superior seperti Roma, kurang akan budaya dan kecanggihan tetapi mempertahankan moral, ketulusan, dan kebajikan. Kebajikan yang datang dari adat-istiadat bukan hukum. Sejak tahun 1450 “Teutsche Redlichkeit” (ketulusan dan ketepatan waktu masyarakat Jerman) menjadi ciri nasional Jerman dalam permainan kontras di mana Perancis dan Italia harus memberikan ciri yang berlawanan. Jika orang Prancis dan Italia itu canggih, berakar pada sejarah Romawi, dilengkapi dengan bahasa-bahasa Roman yang indah, maka orang Jerman harus berdiri di sisi lain: mereka harus agak kasar, lebih Jerman daripada Romawi (juga minum terlalu banyak alkohol) tetapi tulus, dapat dipercaya dan karenanya serius, kebajikan yang bagaimanapun perlu dikembangkan. Orang Perancis akan bersikap sopan tapi dangkal, orang Jerman akan sebaliknya agak kaku dan formal tapi tepat waktu dan tulus. Tingkah laku inilah yang kemudian diturunkan hingga generasi sekarang.

Comments

  1. Saya berkenalan dengan 4 volunteer asing dari Jerman. Dan kebetulan mereka semua menyenangkan, ramah dan hangat, tidak kaku-kaku banget, kok. Rentang usia mereka 20-24 tahun dan 30 tahunan 🙂

    1. ya itu bagus. Memang kalau yang anak muda apalagi sudah pernah tinggal di luar negeri biasanya lebih terbuka daripada yang belum. Di Jerman sendiri juga banyak yang ramah tapi untuk menjadi temannya tidaklah mudah. Kebanyakan yang mereka anggap teman itu yang sudah membina hubungan jangka panjang seperti teman dari sekolah.

  2. Jadi kita harus menghabiskan banyak waktu untuk bersama mereka baru bisa menjadi teman, ya…. Nggak bisa cepet jadi temen, dong…
    Oh ya saya ceritakan juga tentang teman-teman Jerman saya di blog 🙂

  3. Karena ada sterotip orang Jerman dingin dan kaku, jadinya saat ada turis yang ke Jerman ko malah nemu keadaan sebaliknya, jadi terheran-heran, dia bilang ketemu orang2 Jerman yang ramah dan menyenangkan, ko beda dg sterotip yg dia baca di internet. Cerita seseorang wni kepadaku yang bbrp hari ini jalan2 di ke Jerman 😉 .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.