Sebelum mencoba mengajukan Bafög, sebaiknya pastikan kalian adalah salah satu warga negara asing yang berhak mendapatkan bantuan pinjaman dari pemerintah Jerman ini. Tidak semua orang asing bisa mendapatkan Bafög, bahkan orang Jerman pun harus diperiksa dulu apakah mereka layak mendapatkan pinjaman atau tidak.

Nah, untuk itu, ada baiknya jika kalian baca: Apa itu Bafög di Jerman? Apakah Orang Indonesia bisa mendapatkan Bafög?

Pemerintah Jerman sangat bermurah hati namun juga teliti sekali menyeleksi apakah seseorang berhak mendapatkan pinjaman pendidikan di Jerman yang separuhnya akan dikembalikan jika mereka sudah bekerja ini. Oleh karena itu, mereka akan meneliti apakah riwayat kalian pernah menguntungkan pemerintah (misalnya kalian sudah kerja dan membayar pajak di Jerman bertahun-tahun), apakah di masa depan kalian akan bisa mengembalikan pinjaman dan menguntungkan perekonomian pemerintah, dsb.

Di bawah ini, aku akan sedikit memberikan informasi bagaimana mendaftar Bafög berdasarkan pengalamanku. Kasusku, aku berhak mendapat Bafög karena aku menikah dengan orang Jerman. Jika kalian kebetulan akan menjalankan studi atau ausbildung (sebelum umur 30) dan punya pasangan orang Jerman (juga EU atau orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Jerman dan membayar pajak), MENIKAHLAH! :P, niscaya akan mendapat kemudahan hidup di Jerman. Loh kok jadi ceramah 😀

Baca juga: 8 Kemudahan yang diberikan pemerintah Jerman kepada pasangan yang menikah

Kabar baiknya, untuk mengajukan Bafög, kita tak harus berprestasi atau memiliki record akademik yang bagus seperti mengajukan beasiswa. Ya iyalah, Bafög kan pinjaman. Meski demikian, Bafög diberikan dalam kurun waktu per tahun. Jadi, saat kita mengajukan bulan September tahun 2016, maka pemerintah akan memberi Bafög sampai September 2017, kemudian kita harus melamar lagi untuk tahun berikutnya, begitu seterusnya. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah meminta record akademik, apakah kita benar-benar belajar atau tidak. Sehingga kalau studi kita amat sangat molor, mereka akan mencabut pinjaman tersebut.

Kabar baik kedua, syarat penting untuk mengajukan Bafög bukanlah gaji pasangan melainkan gaji orang tua. Jadi, sekalipun suamiku berpenghasilan lumayan, namun penghasilan orang tuaku di Indonesia amat sangat jauh di bawah standar hidup di Jerman. Doch, gaji pasangan juga menentukan, tapi pemerintah melihat gaji pasangan dan orang tua DUA TAHUN LALU, yakni dua tahun sebelum kalian melamar Bafög. Sekalipun gaji pasangan menentukan, namun setelah kami kalkulasi, aku masih tetap bisa mendapatkan Bafög, namun tidak full 650 euro per bulan, melainkan 610 per bulan. Jadi, bisa dikatakan gaji pasangan sedikit menentukan, tak sebanyak pengaruhnya dibanding gaji orang tua. Terlebih kalau pasangan kalian dua tahun yang lalu masih belum bekerja, bekerja tapi juga nyicil pinjaman Bafög nya, atau masih studi, kesempatan akan lebih besar. Kalau kalian saat Studi punya anak atau hamil, kesempatan mendapatkan Bafög juga besar.

Prosedur mengajukan Bafög:

1. Datangi Kantor Bafög untuk Konsultasi

Ini poin paling penting karena kita harus memastikan apakah kita benar-benar berhak mendapatkan pinjaman ini atau tidak. Sekalipun kita telah yakin akan mendapatkan Bafög, kalau petugas pemeriksa mengatakan tidak, sayang sekali kita tidak bisa mendapatkan Bafög.

Sebelum konsultasi, kita harus cek dulu di mana kita harus konsultasi! Karena di Hamburg, Studierendenwerk ada beberapa kantor. Tidak semua kantor bisa kita datangi, kita harus cek huruf awal dari nama belakang kita. Misalnya namaku (meski tak punya nama belakang) di paspor tercantum Puspa (P), jadi aku harus konsultasi di Studierendenwerk yang mengurusi dokumen penerima Bafög dengan huruf depan M-Z.

Kalau kalian tinggal di Hamburg, cek website Studierendenwerk ini untuk tahu lebih lanjut di mana kalian harus konsultasi: Studierenwerk Hamburg

Jika kalian tidak tinggal di Hamburg, mungkin tidak perlu konsultasi berdasarkan huruf depan dari nama keluarga, dsb. Coba cari di google dengan kata kunci Studierendenwerk (nama kota tempat kalian tinggal). Di sana pasti tertera kolom Bafög dan kontaknya. Datangi kantornya untuk konsultasi.

Pengalamanku, orang yang menangani nama ku sangat ramah, meskipun dia bicara dengan kecepatan 1000km/ jam, namun dia meladeni pertanyaan-pertanyaan kami dengan baik. Suamiku yang mengantarkanku sampai harus bertanya lagi dan lagi karena tidak mengerti apa yang dikatakannya. Apalagi aku. Hhaha. Jika pasangan kalian ada waktu, mungkin lebih baik datang berdua, karena mungkin satu orang saja bisa lupa hal penting yang baru saja didapat. Contohnya, saat konsultan bilang bahwa kita harus meminta Formular Blatt nomor 1 dan 3 di resepsionis untuk mengisi Antrag Bafög, suamiku nyambungnya, kita akan mendapat formular 3 setelah kita meminta formular 1 di resepsionis. Kemudian aku ngeyel bahwa kita harus meminta formular 1 sampai 3. Akhirnya, kita datangi lagi petugasnya (untungnya dia ramah banget), bapak itu membenarkan aku. Tuh, kan! Kadang orang Jerman juga bisa linglung tauk! 😀

TIPS: Sekalipun kita belum punya kelengkapan dokumen yang disyaratkan! JANGAN MENUNGGU SAMPAI DOKUMEN LENGKAP BARU MELAMAR!!. Aku dulu banyak dokumen yang nachreichen (menyusul). Yang penting kita mendaftar dengan dokumen yang kita punya secepatnya. Mengapa? Karena pinjaman yang akan kita dapatkan tergantung tanggal kita melampirkan formular pendaftaran, bukan melengkapi dokumen. Setelah mendaftar, kita diberi kelonggaran 1 bulan untuk melengkapi dokumen-dokumen tersebut.

Saat aku mendaftar, kami tidak tahu kalau diberi waktu hanya satu bulan, sedangkan aku harus mengurus penggantian Visa (dari Student ke Visa Kumpul keluarga) yang memakan waktu sampai 2 bulan. Namun, petugas Bafög bisa mengerti. Aku mengumpulkan dokumen pertama tepat di AKHIR BULAN NOVEMBER dan melengkapi dokumenku di awal bulan Februari, namun aku mendapat Bafög dihitung dari Bulan November, jadi saat Februari, aku mendapat 4 kali lipat (4 bulan terhitung dari November-Februari). So,,, tunggu apalagi?

2. Mengisi Formulir-Formulir dan menyiapkan dokumen yang diperlukan

Formulir yang harus kita isi saat mengajukan Bafög meliputi formulir data diri dan riwayat hidup kita, lalu formulir riwayat pasangan kita (kalau kita sudah menikah) dan formulir biodata orang tua (ayah dan ibu masing-masing satu formulir untuk diisi). Formulir-formulir tersebut bisa kita peroleh saat kita konsultasi atau didownload di laman studierendenwerk atau download di sini. Di laman yang aku cantumkan, kalian bisa download Formular blatt satu sampai 8. Berikut penjelasan Formular 1-8 tersebut:

A. Formularblatt 1: Formular biodata diri, riwayat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dsb. WAJIB DIISI. Di bagian akhir formular juga ada penjelasan bagaimana mengisi kolom-kolom tersebut. Kalau kesulitan, bisa minta bantuan pasangan atau dikosongkan saja, saat diserahkan bisa sekalian ditanyakan maksud pengisiannya bagaimana. Download form nya di sini

a.1. Formularblatt 1 anlage 1: Riwayat pendidikan dan pekerjaan kalian. Aku dulu aku isi saja sesuai contoh, meskipun tak wajib. Download formularnya di sini

a.2 Formularblatt 1 anlage 2: Formulir yang harus diisi kalau kita punya anak. Kalau tidak, tidak wajib. Download di sini

B. Formularblatt 2: Formulir pernyataan dan keterangan di mana kalian mengambil ausbildung atau Universitas. Formulir ini tidak perlu didownload atau diisi, jika kalian sudah terdaftar dan punya immatrikulationsbescheinigung nach § 9 BAföG. Cara dapatnya bagaimana? Kalau di Universitas Hamburg, setelah kita membayar semester tiket, kita akan dapat surat keterangan registrasi yang di bagian bawahnya juga terdapat potongan keterangan pengajuan Bafög. Itu yang kita gunting dan sertakan. aku contohkan seperti di bawah ini:

C. Formularblatt 3: Ini wajib diisi dan didownload beberapa kali. Satu diisi ayah, satu ibu, satu pasangan. Download formularnya di sini

D. Formblatt 4: Formulir untuk warga negara Asing yang orang tuanya tinggal dan menetap di Jerman. Formulir diisi dengan daftar riwayat pekerjaan orang tua. Download di sini.

E. Formblatt 5: Formulir akademic record. Diisi jika kalian mendaftar Bafög di semester 4. Mereka akan menilai akademik record kalian dari sini. Form nya dapat di download di sini.

F. Formblatt 6: Formulir untuk pengajuan semester yang akan kalian adakan di luar negeri (ausland semester). Download di sini

G. Formblatt 7: Formulir yang harus diisi kalau ada perubahan pendapatan/pekerjaan orang tua. Di sini untuk mendownload

H. Formblatt 8: Formulir yang harus kita isi kalau kita memesan Bafög di masa yang akan datang. Misalnya kita masih mau kuliahnya 2 tahun mendatang.

Aku dulu hanya harus mengisi form 1 dan 3 saja, selebihnya menyertakan dokumen-dokumen.

Dokumen yang harus disiapkan untuk dikumpulkan bersama Antrag:

  •  Ijazah terakhir yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau Jerman (tergantung studi nya apa)
  • Immatrikulationsbescheinigung nach § 9 BAföG sebagai pengganti formblatt 2 kalau kalian sudah diterima di Universitas atau Ausbildung dan sudah mendapat surat registrasi. Kalau belum, kalian harus mengisi Formblatt nomor 2
  •  Aufenthalterlaubniss sekarang pluss zusattblattnya (yang menyatakan bahwa kalian sedang studi di Jerman). Kalau kalian sudah punya Visa kumpul keluarga, malah lebih baik lagi.
  •  Dulu kami membaca bawa kita harus menyiapkan rekening koran dari bank. Setelah kami serahkan, ternyata dikembalikan. Rupanya mereka tidak membutuhkan bukti keuangan kita dari rekening bank. Namun tanyakan saat kalian konsultasi, siapa tahu beda Bundesland beda pula persyaratannya.
  •  Formulir yang sudah diisi dan ditandatangani
  •  Steuererklärung atau bukti pembayaran pajak dari pasangan (2 tahun yang lalu bukan yang terbaru).
  •  Meldebescheinigung dari kamu dan pasangan
  •  Paspor kamu dan pasangan
  •  Heiratsurkunde atau akta pernikahan

3. Mengumpulkan Formulir dan melengkapi dokumen

Aku akan cerita pengalamanku. Aku daftar Bafög di akhir Bulan November dengan mengumpulkan berkas yakni: Formblatt 1 dan 3 (dari suamiku), aufenhalt lama (studentin), fotokopi paspor, meldebescheinigung, dan akta nikah. Selebihnya menyusul di Bulan februari.  Formblatt 3 dari orangtuaku harus aku kirim dulu lewat sms kepada ibu dan ayahku. Sebelumnya, aku scan saja bagian belakang (agar mereka tanda tangan) lalu aku suruh mereka scan lagi sesudah ditandatangani kemudian dikirimkan kepadaku, lalu aku print dan aku serahkan bersama yang sudah kami isi. Toh petugas bisa mengerti bahwa orang tuaku di Indonesia tak paham bahasa Jerman, mereka tak harus membaca rincian pengisian formblatt, asal tanda tangan di kolom yang sudah kucentang saja.

Lalu langkah selanjutnya saat itu adalah mengurus pergantian Visa di Ausländerbehörde yang juga dibutuhkan oleh petugas Bafög, agar kita punya Visa jangka panjang, yakni Visa kumpul keluarga, bukan Visa student lagi. Sebaiknya kalian segera pergi ke ABH untuk mengurus ini karena pengurusan pergantian Visa ini bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan, setelah mendaftar, kita disuruh menunggu 2 minggu untuk mendapat kartu Visa yang baru, kemudian bisa diambil 2 minggu kemudian. Jadi, lebih cepat lebih baik, karena petugas Bafög juga memberi tenggat waktu 1 bulan. Untung yang menanganiku waktu itu baik banget, jadi meski terlambat, kami tetap di ijinkan dan tetap berhasil mendapat Bafög tanpa beantragen lagi.

Menyerahkan formulir ini bisa kita lakukan langsung ke kantor Studierendenwerk atau lewat pos.

5. Menunggu Keputusan

Setelah semua dokumen lengkap, seminggu setelahnya, kita akan mendapat surat balasan per pos, berapa jumlah pinjaman yang kita terima. Untuk menghitungnya, kita bisa gunakan Bafög rechner.

6. Mendapatkan Bafög

Bafög diterima setiap akhir bulan sekali. Tips dariku, sebaiknya separuh dari yang ditransfer itu langsung alokasikan ke rekening bank lain, agar kita suatu hari nanti langsung bisa mengembalikannya.

Nah, sekian dulu penjelasan mengenai prosedur mendapatkan Bafög di Jerman. Sebenarnya pengurusannya nggak ribet ribet amat kok. Tanpa motivationsletter lah, lebenslauf lah, semuanya cukup prosedural dan tinggal mengumpulkan dokumen yang sudah kita punya saja, yang paling memakan waktu memang mengisi formulir-formulir tersebut. Terlebih kita tak boleh salah, mencoret atau men-tipeX. Jadi dulu aku harus isi 2-3 kali baru benar.

Selamat mencoba dan semoga berhasil. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa like facebook fanspage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (terima kasih banyak)

Viele Grüße

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.