Beberapa tahun yang lalu, aku dikejutkan oleh fakta bahwa mengirim kartu pos dari Jerman ke seluruh dunia ternyata murah sekali. Suatu hari, aku berinisiatif update status di facebook yang isinya: siapa pun yang komentar di statusku ini, akan aku kirimi kartu pos dari Jerman. Woaaaa, banyak sekali akhirnya yang minta dikirimi kartu pos. Tapi karena memang murah, aku pun tak rugi sebenarnya.

Memang seberapa murah?

Waktu itu tahun 2014, harga pengiriman satu kartu pos adalah 0,65 euro atau 65 sen saja. Aku pikir karena Indonesia letaknya jauh sekali, bakal sangat mahal, nggak taunya nggak sampai satu euro. Akhirnya aku mencoba mengirimnya pada keluargaku terlebih dahulu. Dan ternyata dalam waktu kurang dari 2 minggu, kartu pos tersebut sampai di rumah.

Sekarang 4 tahun kemudian, harga pengiriman kartu pos dari Jerman ke Indonesia rupanya sudah naik, yakni 90 sen (0,90 euro), masih belum satu euro juga. 🙂

Namun, kalau kita cek di portal pengiriman internasional, harganya per kartu akan 2,50 (einschreiben).

Saat kita datang ke kantor pos dan ingin mengirimkan surat atau paket, petugas pos pasti akan bertanya, mau jenis: Einschreiben, Versichert, atau Standart? Lalu bedanya apa?

Standart: Yakni pengiriman tanpa asuransi. Jika surat atau paket hilang (meskipun jarang terjadi di Jerman), mereka tidak memberikan tanggung jawab. Harga pos standart ini yang paling murah. Kartu pos dalam negeri saja hanya 45 sen dan surat biasa hanya 70 sen.

Einschreiben: Yakni jenis pengiriman pos atau paket yang agak mahal sedikit dari jenis standart, namun lebih terjamin karena jenis ini, penerima surat atau paket harus memberi tanda tangan tanda terima barang. Namun, kita tidak bisa mengecek keberadaan barang tersebut di mana, karena tidak terasuransi. Pilihan jenis pengiriman ini sering aku gunakan juga kalau mengirim surat penting. Kalau surat biasa atau kartu pos, aku hanya menggunakan jenis standart.

Versichert (wert): versichert artinya terjamin atau terasuransi. Dengan memilih jenis pengiriman ini, mereka otomatis menjamin surat atau paket kita sampai di tangan penerima dengan utuh. Kita juga bisa mengecek keberadaan barang tersebut secara online dari kode yang diberikan setelah membayar di kasir. Pengiriman jenis ini bisa kita pilih saat mengirim benda yang sangat mahal atau berharga, contohnya hp, laptop, TV, dsb.

Nah, kalau mau ngirim kartu pos ke Indonesia, karena nggak penting-penting banget dan nggak mendesak, aku gunakan yang standart. Kalau kalian datang ke kantor pos, pasti ditawawin ini itu, malah bingung, mendingan beli saja perangko (briefmarke) yang 90 sen (bisa di mesin automat) atau beli di petugasnya, lalu tempelkan di kartu pos yang sudah kalian corat coret itu, dan masukkan ke kotak surat.

Kalau mau mengirim surat atau paket?

  1. Enaknya, kalian bisa cek sendiri di website deutsche post, klik di sini!!! Lalu, kalian bisa scroll  ke bawah dan temukan: Zielland (negara tujuan), isi Indonesia, Produkt (isi dengan apa yang ingin kalian kirim), nanti akan muncul harganya. Jadi, sebelum datang ke kantor pos, kita sudah tahu berapa biaya yang akan kita keluarkan.
  2. Alternatif selanjutnya, kalau mau mengirimkan paket dalam jumlah besar, melalui PAKET PULANG KAMPUNG. Temanku sering mengirim barang lewat jasa ini. Jasa pulang kampung dikelola oleh orang Indonesia, sehingga kita tidak perlu repot-repot menulis email dan bertanya dalam bahasa Jerman. Harganya juga lumayan terjangkau. Basisnya ada di Gronau, kalian bisa mengirimkannya ke alamat yang tertera, atau mereka yang akan mengambil paket kalian (tergantung ketentuan yang berlaku). Karena aku belum pernah menggunakan layanan ini, aku belum bisa memberikan review. Setahuku, ada beberapa barang yang mereka tidak mau menerima, misalnya gambar manusia, patung, dsb. Pengelola paket pulang kampung lumayan agamis. Untuk mencoba mengirim dan bertanya-tanya, silakan saja cek sendiri di websitenya (klik di sini)
  3. Melalui jastip, yakni jasa titip. Ini yang paling populer. Masalah aman dan terpercayanya, aku nggak bisa menjamin, karena jasa ini dilakukan per individu. Jastip adalah jasa penitipan barang kepada orang yang akan pulang ke Indonesia, atau orang yang akan ke Jerman. Biasanya, harganya 10 euro per kilo atau tergantung penawaran masing-masing. Kan ada tuh orang yang pulang ke Indonesia yang nggak bawa apa-apa, kemudian bagasinya dijual perkilo, lumayan juga kalau bagasinya 23 kilo, dia cuma bawa cabin bagasi saja, sisanya dijual, dia bisa dapat 230 euro, harga tiket sekali jalan tuh, 😀 (kalau beli yang langsung PP, biasanya dapat murah, sekitar 450-600 euro). Untuk tahu orang yang menyediakan jasa ini, kita harus rajin-rajin pantengin PPI Jerman, biasanya ada tuh yang menjual bagasinya, kita bisa pm mereka, lalu mengirimkan barang kita untuk nantinya dikirimkan ke keluarga kita (ongkos kirim saat di Indonesia biasanya tidak inclusive)

Tips mengirim KARTU POS ke Indonesia: Jangan lupa sertakan KODE POS! Sebenarnya ini tak berlaku untuk kartu pos saja, tapi untuk pengiriman surat dan paket juga. Orang Indonesia biasanya lupa mencantumkan kode pos, padahal ini penting sekali agar surat segera sampai.

Semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa like facebook fanspage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (terima kasih banyak)

Liebe Grüße

 

Comments

  1. 2 thn lalu aku kirim kartupos menjelang Natal, 1 nyampe 3 minggu, yg 2 stl 2 bulan, 1 lagi ga pernah sampai hehe .. beginilah klo tidak tercatat ga ketahuan hilang kemana kiriman kita 😀 . Selama 4 thn aku kirim2 paket isinya bibit/umbi bunga, kirim ke berbagai kota di tanah air, dari sabang sampai merauke, buanyak bener deh kala itu pelangganku. Kala itu paket selalu kirim dg einschreiben, jd bisa pantau paketnya sdh sampai dimana. Kalau paket tidak sampai/hilang bisa diklaim penggantian. Untuk paket hingga 1 kg max. penggantian 43 euro.

    Stl punya anak berhenti ga jualan bibit lagi, selain ga sempat ngurusin, krn paketnya sdh sering ditahan bea cukai di kota tujuan, krn katanya ga boleh kirim bibit tanpa surat kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.