Beberapa tahun lalu saat berbincang dengan salah seorang teman yang sudah menetap lebih dari 14 tahun di Jerman aku sempat tak percaya ketika dia bilang bahwa ketika kita lulusan Universitas Jerman pulang ke Indonesia dan bekerja di Indonesia namun tidak digaji selayaknya (jauh dari UMR), kita bisa mengajukan bantuan subsidi gaji dari pemerintah Jerman agar mereka mau menggaji lulusan Universitasnya dengan gaji yang lebih baik. Saat aku tanya lebih lanjut bagaimana caranya, dia tidak tahu, makanya aku kurang percaya, aku pikir omong kosong belaka.

Jawaban dari pertanyaanku saat itu rupanya aku temukan saat menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh IASI (Ikatan Ahli Sarjana Indonesia di Jerman)  di KJRI Hamburg bersama Bapak Dipl- Ing. Makhdonal Anwar sebagai narasumber utama di acara bincang-bincang tersebut. Bapak Makhdonal Anwar adalah koordinator program migrasi developmen GIZ yang dulunya juga menamatkan pendidikan S2 jurusan arsitektur di Heidelsheim.

Baca juga: KJRI Hamburg

Bagi teman-teman mahasiswa, pekerja, pernah au pair, FSJ maupun azubi yang sudah lama tinggal untuk menempuh studi maupun membangun karir di Jerman (minimal 2 tahun) dan mempelajari banyak hal serta ingin menerapkannya di Indonesia demi membantu pembangunan bangsa, tiga alternatif yang ditawarkan GIZ berikut mungkin akan sangat membantu, terlebih bantuan yang aku maksud di sini adalah bantuan materi atau finansial.

Sebelum aku menjelaskan tentang alternatif tersebut, mungkin ada baiknya aku jelaskan program GIZ terlebih dahulu supaya kalian nggak bertanya-tanya dan nggak harus repot membuka link lain yang terkait.

GIZ GmbH adalah singkatan dari Deutsche Gesselschaft für Internationale Zusammenarbeit, yakni Asosiasi Jerman untuk Kerjasama Internasional . Meskipun berbentuk GmbH atau PT, GIZ bukanlah perusahaan yang berorientasi pada profit dan mencari keuntungan melainkan sebuah badan yang berorientasi pada tujuan pemerintah Jerman sebagai penyedia layanan di bidang kerja sama internasional untuk pembangunan berkelanjutan terutama di bidang pendidikan internasional. GIZ dalam kolaborasinya dengan ZAV (Zentrale Auslands- und Fachvermittlung dari Depnaker Jerman), European Union Institution, United Nation, dan sejumlah perusahaan swasta seperti Nestle, Olam, dan Continental berdedikasi untuk membentuk kehidupan masa depan yang bermutu di seluruh dunia. GIZ memiliki lebih dari 50 tahun pengalaman di berbagai bidang, termasuk pengembangan ekonomi dan promosi ketenagakerjaan, energi dan lingkungan,  perdamaian serta keamanan. Kantor pusat GIZ ada di  Bonn dan Eschborn. Pada tahun 2017, sirkulasi omset bisnis yang dihasilkan berkisar antara 2,6 miliar euro dan ada sekitar 20.726 karyawan yang bekerja di sekitar 120 negara dan hampir 70% dari jumlah tersebut adalah warga negara yang menjalin kerja sama dengan GIZ. Sebagai penyedia layanan pengembangan yang diakui, saat ini GIZ memiliki 577 pekerja pembangunan yang sedang mengabdi di negara-negara berkembang. Selanjutnya, pada tahun 2018, Pusat Migrasi dan Pembangunan Internasional (CIM), yang dijalankan oleh GIZ dan Disnaker Jerman, menempatkan 317 ahli terintegrasi dan 518 ahli yang pulang kampung dengan pengusaha lokal di negara-negara tersebut, atau memberi mereka dukungan secara finansial , konsultasi atau layanan lain.

Meskipun sejak tahun 2007 Indonesia sudah menjadi negara dengan kategori ‘middle income country‘ atau negara dengan penduduk berpenghasilan menengah serta menjadi salah satu anggota G20 – Kelompok Dua Puluh negara dari industri utama dunia dan ekonomi berkembang – , Indonesia dan India (selain banyak negara Afrika) masih menjadi fokus penyelenggaraan kerja sama antar negara dengan pemerintah Jerman. Hal ini dikarenakan letak Indonesia dan India yang strategis dan negaranya dengan kepadatan penduduk yang besar. Karena itu, Indonesia adalah salah satu mitra pembangunan global Kementerian Pemerintah Jerman untuk Kerja Sama Pembangunan Ekonomi oleh BMZ (German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development).

Baca juga: Indonesia ikut dalam KTT G20 di Hamburg Jerman

Dengan perannya yang cukup signifikan, Indonesia dirujuk sebagai negara dengan ekonomi berkembang yang memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan internasional. GIZ bekerja di Indonesia atas nama BMZ, yakni pihak lain yang memerintahkan GIZ untuk melaksanakan proyek-proyeknya. Kerjasama Jerman dan Indonesia berfokus pada beberapa bidang prioritas: Energi, Perlindungan lingkungan, Pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET > singkatan dari Technical and Vocation Education and Training) atau biasa disebut pendidikan Vokasi, pengembangan ekonomi.

Di sektor energi, wilayah kepulauan terpencil di Indonesia menghadapi tantangan besar. Kemitraan Pengembangan Energi telah mendukung elektrifikasi pedesaan melalui energi terbarukan sejak 2009. Hingga saat ini, 189.000 orang, 1.500 institusi publik dan 2.700 bisnis pedesaan telah memperoleh akses listrik. Di bidang perlindungan lingkungan, GIZ mendukung Pemerintah Indonesia dalam melestarikan beragam hutan hujan tropis negara ini.  Di sektor TVET, kegiatan GIZ termasuk mendukung reformasi dalam sistem pelatihan.

Yang baru aku tahu dari bincang-bincang bersama Bapak Makhdonal adalah dalam bidang pembangunan ekonomi berkelanjutan, salah satu proyek GIZ melibatkan pembentukan dan pengembangan sistem jaminan sosial. Pada tahun 2014, sistem asuransi kesehatan wajib atau yang kita kenal dengan BPJS adalah sistem asuransi kesehatan yang dirancang pemerintah Indonesia berdasarkan model Jerman. Sistem tersebut diperkenalkan untuk menyediakan cakupan untuk seluruh populasi lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2019.

Jika ingin membahas tentang proyek GIZ di Indonesia, tentu akan sangat panjang sekali, sedangkan fokus kita di sini adalah membahas bantuan GIZ untuk tenaga ahli pulang kampung ke Indonesia. Jika kalian masih mau membaca seputar proyek GIZ secara umum, bisa di baca di sini (klik). Sedangkan kerja sama GIZ dengan Indonesia, bisa kalian baca di sini (klik).

Nah, pasti kalian sudah penasaran dengan program tenaga ahli pulang kampung yang ditawarkan oleh pemerintah Jerman melalui GIZ ini kan?. Program ini tidak hanya untuk orang Indonesia yang ingin pulang kampung selamanya (Returning Experts), namun untuk WNI yang menetap di Jerman, bekerja di Jerman minimal 2 tahun dan ingin memberikan sumbangsihnya terhadap pembangunan Indonesia selama beberapa minggu atau pun beberapa bulan (Diaspora Expert) dan juga WNI yang pernah kuliah atau bekerja di Jerman dan ingin membangun Start Up di Indonesia.

Sebagai Implementing Agency, GIZ menilik bantuan apa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dan memberikan kucuran dana, support berupa pelatihan kepada siapa saja yang bersedia melengkapi kebutuhan itu. Mungkin teman-teman berpikir, ‘Ah aku kan nggak kuliah di bidang IT, Enginering, lingkungan hidup, kelautan, dsb, mana bisa?’

Kabar baiknya, meskipun kedua pemerintah mengharapkan sebuah perubahan besar terhadap pembangunan Indonesia, tidak serta merta mereka menuntut satu orang membawa dampak dramatis terhadap pembangunan sebuah daerah ecara langsung. Narasumber menjelaskan ‘ONE PERSON CAN MAKE A DIFFERENCE’ satu orang saja bisa membawa perubahan kecil di satu wilayah, jika diamati dari atas, titik-titik kecil nan terang yang membawa perubahan tersebut akan membuat cahaya terang perubahan yang besar suatu hari nanti.

Salah satu contoh yang diberikan oleh narasumber adalah, seorang WNI yang bekerja di Jerman ingin melakukan sosialisasi pemungutan sampah di sepanjang pantai di Makassar dengan menggerakkan anak-anak dan warga sekitar. Meskipun program yang dijalankan tidak linier dengan pendidikan yang ditempuhnya, GIZ bersedia mendanai beliau untuk pulang ke Makassar dan melakukan proyek itu selama beberapa minggu dan kembali lagi ke Jerman untuk bekerja di perusahaan Jerman lagi. Contoh lainnya, anda lulusan S1 atau S2 Jerman atau pernah bekerja di perusahaan Jerman minimal 2 tahun, lalu pulang ke Indonesia dan bekerja di bidang akuntan (pembukuan) di sebuah perusahaan swasta kecil yang menurut logika tidak nyambung dengan pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Namun, dalam menjalankan pekerjaan tersebut, anda mencermati bahwa pembukuan yang dilakukan perusahaan tersebut bisa lebih baik dan efisien jika diterapkan seperti sistem pembukuan di perusahaan Jerman, supaya lebih transparan, bebas korupsi, lebih efektif, dsb. Anda bisa mengajukan permintaan bantuan kepada GIZ karena ada proses Sharing of Knowledge atau berbagi ilmu pengetahuan di sini (yakni berbagi ilmu yang telah kita dapatkan di Jerman untuk diterapkan di Indonesia). Proses sharing of Knowledge ini lah kunci dari program ini, yakni membagikan ilmu, pengalaman yang telah didapat di Jerman untuk masyarakat Indonesia, dalam skala paling kecil sekalipun.

APA ITU TENAGA AHLI PULANG KAMPUNG? (RETURNING EXPERT)

Dalam menjalankan misinya untuk menarik minat WNI di Jerman untuk kembali pulang dan turut membangun Indonesia (tak hanya Indonesia tapi banyak negara berkembang lainnya), GIZ bersama ZAV membentuk badan khusus yang dinamai CIM (Centre for International Migration and Development). Pusat migrasi dan pengembangan internasional ini sudah dibentuk sejak tahun 1980 an memberikan layanan kepada para pekerja asing yang berasal dari negara berkembang yang mempertimbangkan untuk kembali pulang ke negara asal untuk diberikan pelatihan, konsultasi individual dalam perencanaan pengembalian karier di masa yang akan datang.

Returning Expert atau kalau dalam bahasa Indonesianya Tenaga Ahli pulang kampung merupakan salah satu program yang ditawarkan CIM untuk WNI lulusan Universitas Jerman atau mereka yang sudah bekerja minimal 2 tahun di Jerman dan ingin pulang ke Indonesia dalam jangka waktu yang lama atau mungkin selamanya.

Baca juga: Bantuan Pemerintah Jerman bagi Pasutri yang ingin membangun rumah (Kinderbaugeld)

Manfaat yang diharapkan pemerintah Jerman atas bantuan yang diberikan adalah:

  •  Bahwa individu tersebut bisa menjadi AGENT OF CHANGE atau membawa perubahan di lingkungan di tempat dia kembali.
  •  SHARING OF KNOWLEDGE yakni berbagi ilmu, informasi dan pengalaman yang didapatkan di Jerman di Indonesia,
  •  Adanya akses dengan dunia internasional, terutama Jerman. Jika anda dibantu oleh GIZ dan GIZ adalah pihak pemerintah Jerman, pastinya anda masih terhubung dengan Jerman dalam kaitannya dengan pekerjaan yang anda lakukan di Indonesia.

 Bantuan apa yang diberikan GIZ melalui CIM dan program Returning Expert ini?

– Subsidi Gaji, yakni gaji tambahan selain gaji pokok yang anda terima di perusahaan tempat anda bekerja. Ya, anda harus bekerja di sebuah perusahaan, terlepas itu perusahaan negeri, sawasta, perusahaan milik orang tua, saudara, kecil, besar, digaji berapapun, anda harus bekerja di sebuah perusahaan lokal dan mendapatkan gaji dari sana. Kemudian anda harus menjelaskan secara rinci apa job description yang anda lakukan di perusahaan tersebut dan bagaimana kaitannya dengan ‘sharing of knowledge’ yang diharapkan pemerintah Jerman dalam melakukan pekerjaan tersebut. Deskripsi pekerjaan ini penting dalam penilaian karena meskipun anda bekerja di perusahaan bonafit namun kalau tidak nyambung dengan program pemerintah Jerman dan tidak memberikan kontribusi yang diharapkan yakni sebagai agen yang membawa perubahan, kemungkinan besar akan ditolak.

Subsidi gaji yang diberikan berkisar 500-1500 euro per bulan selama 2-3 tahun tergantung jabatan apa yang anda emban di perusahaan tersebut. Jika anda menjadi guru TK akan beda subsidinya ketimbang jika anda menjadi kepala sekolah di TK tersebut. Jika anda menjadi dosen, akan beda pula subsidinya ketimbang jika anda menjadi dekan di universitas tersebut. Makin tinggi jabatan, makin banyak yang diemban, makin besar tugas, makin besar kesempatan membawa perubahan dan makin besar pula subsidi gaji yang akan anda terima.

– Selain subsidi gaji, anda akan diberika bantuan berupa peralatan kerja. Misalnya anda menjadi tenaga pengajar di SD dan membutuhkan sebuah alat di lab, dsb. Tergantung di mana anda bekerja.

-Training atau pelatihan

Yang perlu diperhatikan dari program Returning Expert ini:

– Anda harus abgemeldet (deregistered) dari kependudukan di Jerman

-Anda tentu saja boleh datang ke Jerman kembali mungkin untuk berlibur atau mungkin bekerja di perusahaan Jerman lagi jika bantuan di Indonesia selesai,

-Anda harus bekerja di sebuah perusahaan atau instansi dan tidak bisa mendirikan perusahaan sendiri, dalam artian, anda tidak bisa menggaji diri sendiri, karena dalam prosesnya nanti akan dibutuhkan tanda tangan atasan, dsb.

-Tingkat kesulitan melamar terbesar adalah dalam meyakinkan pihak CIM bahwa job description anda akan membawa perubahan dan ada sharing of kowledge yang diemban disana dan kesempatan untuk diterima cukup besar, hanya saja kita harus meyakinkan job description yang kita lakukan itu ada kaitannya dengan sharing of knowledge yang sudah kita pelajari di Jerman,

-Pengembangan budaya lokal setempat kurang nyambung dengan program GIZ (budaya lebih ke UNESCO), jadi kalau misalnya anda bekerja di sebuah institusi yang ada kaitannya dengan pelestarian budaya akan agak sulit, kecuali jika anda bisa meyakinkan bahwa apa yang anda kerjakan seturut dengan program GIZ

-Dalam kurun waktu 6 bulan pertama pemberian subsidi, GIZ akan masih flexible dalam meninjau kinerja anda. Namun setelah 6 bulan, anda harus segera menepati janji perubahan yang diharapkan, hingga akhir subsidi, apakah memang kinerja anda menjadi agent of change dan sharing knowledge seperti yang anda katakan sebelumnya,

-Anda tak harus tergesa-gesa melamar program ini saat sebelum pulang. Karena GIZ memberi batasan 1 Tahun-1 tahun 3 bulan untuk memberi anda kesempatan mencari kerja dan mendapatkan bantuan ini (saat setelah pulang dan menetap di Wilayah Indonesia),

-Selama ini, program GIZ banyak dilancarkan di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi, kesempatan untuk anda yang ingin mengabdi di Indonesia Timur akan sangat besar karena masih jarang agent of change di sana.

Baca Juga: Info Lengkap Seputar Kursus Integrasi Untuk Orang asing Di Jerman

Untuk melamar, anda bisa kunjungi WEBISTE CIMONLINE.De (Klik Di sini)

Untuk tau lebih lanjut dan kontak ahlinya, klik link ini

Untuk bertanya kepada bapak Makhdonal Anwar, hubungi beliau di: makhdonal.anwar@giz.de

Masih ada 2 program lainnya yang akan aku lanjutkan di artikel berikutnya, karena artikel ini udah kepanjangan. Klik di sini untuk program Diaspora Experts dan Program Enterpreneur. Jika kalian nggak pengen pulang kampung untuk selamanya dan ingin pulang 3 minggu-6 bulan saja membantu membangun Indonesia dari Ilmu yang kalian peroleh di Jerman atau bagi kalian yang ingin membuka Start Up, artikel selanjutnya wajib dibaca.

***
Klik Forum di sini. Registrasi dan ingat password kalian, kemudian klik ‘HOME’ >> ‘GENERAL DISCUSSION’ >> NEW TOPIC. Dengan menggunakan fasilitas forum ini, pertanyaan dan jawaban kalian akan terkunci dan mungkin akan berguna bagi siapa pun yang ingin mencari pertanyaan serupa, jadi tanpa perlu menjawab berulang-ulang, pertanyaan dan jawaban dapat diakses dengan mudah.
*
*

Youtube channel belajar bahasa Jerman dan seputar Jerman: Youtube Denkspa

Liebe Grüße

 Baca Juga: Kasus Kriminalitas di Jerman, dari mana datangnya?

References:

GIZ. 2018. Our Services: Indonesia. Retrieved from https://www.giz.de/en/worldwide/352.html  accesssed on March 14, 2019

CIM. 2018. Employer- Placement of Returning Expert. Retrieved from https://www.cimonline.de/en/html/rf.html accessed on March 14, 2019

Azinarismail. 2013. GIZ Jakarta Office. Retrived from https://issuu.com/azinarismail/docs/giz_jakarta_office  accessed on March 14, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.