Pagi-pagi bangun tidur, aku udah dibuat gregetan oleh email ini. Mumpung ada waktu di akhir pekan, aku sempatkan menulis artikel yang mungkin akan berguna bagi para pemuda yang akan ke Jerman. Tulisan ini juga aku posting di Grup AFA Germany karena di sana tempatnya ribuan pemuda Indonesia yang akan ke Jerman melalui sebagai Au Pair, FSJ dan Azubi. Jika kalian belum gabung di Grup facebook tersebut, kalian bisa gabung lewat link ini: AFA Germany (pastikan jawab pertanyaannya dengan niat, kalau nggak, adminnya bakal nolak request kalian).

Waspada Agen Berkedok Beasiswa

 

Mungkin tak sedikit dari kalian yang mengalami hal seperti yang dialami pengirim email kepadaku (gambar email email telah aku hapus atas permintaan korban). Merasa tertipu oleh agen dan akhirnya pasrah tak tahu harus berbuat apa.

Meski sudah sering di bahas di sini, tapi tema ini sepertinya jadi trending topik dari tahun ke tahun. Yang perlu aku tekankan di sini adalah: Semua bukan salah agen. Yang namanya agen pasti mencari cara untuk dapat Kunde dan keuntungan. Teilweise para korban juga punya andil dalam menentukan pilihan mereka sendiri, banyak diantaranya yang (mungkin) malas cari tahu, malas baca, ga mau susah maunya instan dan segera berangkat, dsb.

Come on, sekarang udah buanyak banget anggota AFA yang punya Blog, Vlog, dan di grup ini juga ada files untuk dibaca atau postingan kalau mau scroll down atau lihat di kolom pencarian menggunakan hashtag. Aku rasa meski bukan pengurus AFA, puluhan orang di grup ini amat sangat welcome dan peduli pada keluhan orang lain. Kalau masih terjebak juga, au ahhh gelap…

Selain itu, di Indonesia tak hanya ada agen komersil, ada banyak banget guru bahasa Jerman yang non-komersil yang tak hanya berfokus pada uang, tapi juga memperhatikan keluhan peserta didiknya, yang tersebar di seluruh penjuru kota. Clara Trias W. Rahajeng baru-baru ini juga membuat grup Tandem Partner/Cari Teman/Info Kursus/Jasa Mengajar Bahasa Jerman di mana kalian bisa cari tempat kursus dan ketemu dengan sesama pejuang.

Tips dariku pribadi bagaimana cara bijak memutuskan melalui agen atau mandiri:

* Lihat track record agen tersebut, apa memang benar program yang ditawarkan nyata dan apa sudah banyak anak yang puas dengan kinerja PT bla bla bla atau yayasan bla bla bla.

* Harganya masuk akal. Cross check harga lewat jalur mandiri. Jika memang tak jauh beda. Berarti wajar lah. Memberangkatkan orang ke Jerman itu ga gampang, wajar donk kalau agen mencari untung beberapa juta. Tapi kalau udah ratusan juta? Hellowww mending uangnya sumbangin ke AFA buat ngebantu kawan-kawan yang bermasalah sini 🙂

*Agen tau jelas program apa artinya apa. Banyak agen yang nggak tau Ausbildung dan promosi ngawur. Ausbildung itu bukan kuliah!!!! Kalau ada yang promosi kayak gtu, udah jelas belum pernah ke Jerman dan agen tersebut malas baca dan cari tahu.

*Realistis dan JUJUR. Seperti kasus di gambar, agen tsb menawarkan beasiswa di Jerman dan harus membantu di panti jompo dulu. Kalau aku tangkap, dia disuruh FSJ dulu baru bisa kuliah. Kalau kayak gitu, ya bilang aja terus terang, FSJ dan dijelaskan FSJ itu ngapain aja, lalu kesempatan kuliah setelah FSJ itu kayak gimana, nggak dijanjiin beasiswa dan tetek bengeknya.

*Promosi yang masuk akal dan nggak terkesan maksa. Program AFA di Jerman itu nggak semudah dan nggak seindah yang kita bayangkan, terlebih nggak seindah yang dipromosiin agen. Jika mereka mengadakan seminar dengan nada mengajak kita untuk ke Jerman atau promosi tempat lesnya, coba tanya dari sisi negatifnya, apakah ada sedikit saja kemungkinan kecil bahwa para calon akan gagal dan nggak kerasan (ini banyak banget kejadiannya). Lalu lihat bagaimana reaksi mereka dalam aksi menyelamatkan pesertanya.

* TANPA UANG MUKA. Belakangan ada yang curhat padaku bahwa belum apa-apa, mereka yang daftar lewat agen A udah disuruh bayar 5 juta buat deposit. Ada yang bahkan lebih dari 5 juta. What??? Waktu tinggal Batu, aku sempat memberikan kursus bahasa Jerman dan konsultasi sampai bisa ke Jerman sepuasnya hanya 2 juta. Itu pun kadang aku merasa bersalah karena kemahalan dan oleh karenanya, aku ingin memberi kursus semampunya yang bisa dibayar setelah tiba di Jerman nantinya. Selain anak yang kursus dan belajar bahasa Jerman padaku, aku memberikan konsultasi cuma-cuma kepada puluhan peserta yang ingin ke Jerman secara mandiri, tanpa berharap diberi uang sepeser pun. Syukur-syukur kalau dia baca blog dan liat Vlog, paling aku dapat beberapa sen dari sana. Lah ini? Belum apa-apa udah ditarik uang? Trus kalau nggak jadi berangkat uangnya dijamin bakal kembali? Hmmm….

*Adakah Tips lain yang mungkin menyelamatkan kalian juga akan menyelamatkan teman AFA lainnya? Share donk…..

Jangan mau membayar ratusan JUTA. Please….. aku berangkat ke Jerman dengan biaya 3 juta, dan meski belum ada komunitas AFA waktu itu, di Jerman aku bisa selamat sendiri tanpa bantuan agen. Di Jerman, ada 17.000 orang Indonesia (menurut data Statista tahun 2018), tanpa agen pun, kalian akan bisa menemukan orang Indonesia dengan mudah (asal mau mencari). Selain itu, orang Jerman juga punya kepedulian dan rasa solidaritas yang Tinggi. Alangkah lebih baiknya kalau punya teman orang Jerman, kalaupun nggak, jika kalian ada masalah, ada au pair Notruf, ada JMD (Jugendmigrationsdienst) yang bisa kalian kontak sewaktu-waktu dan curhat ke mereka (JMD menerima curhatan dalam bahasa Inggris juga).

Baca juga: STOP!! Jangan Mau Membayar Ratusan Juta ke Jerman!!

Sebagai pengurus AFA, lagi-lagi kami nggak memihak agen maupun para korban. Kami juga sangat terbuka dengan masukan apapun terkait keberlangsungan teman-teman AFA di Jerman. Makanya secara rutin kami mengingatkan anggota supaya rajin mencari tahu, rajin baca dan nggak gegabah dalam memutuskan sesuatu.

Viele Grüße
Girind
#agenpenipu #waspadaagen #agenausbildung #agenfsj #agenaupair

Baca juga artikel-artikel untuk daftar Mandiri:

-Prosedur Au Pair Mandiri

– Prosedur FSJ Mandiri dari Indonesia

Daftar LINK FSJ dan BFD

Seputar FSJ mandiri (daftar dari Jerman)

-Seluk beluk Ausbildung

-Cara daftar Ausbildung

-Daftar Ausbildung Mandiri Dari Indonesia? Bagaimana caranya?

Bidang-Bidang Ausbildung yang boleh ditempuh oleh Orang Indonesia di Jerman

*
Follow instagram: @resep.anak.rantau  

Youtube channel belajar bahasa Jerman dan seputar Jerman: Youtube Denkspa

 

Comments

  1. Setuju banget harus hati-hati sama agen. Saya sendiri malah anti agen, karena banyak cerita ngga enak dari temam-teman. Toh kalaupun ada masalah, yang akan membantu ya teman-teman di sekitar kita. Agen paling hanya memberikan masukan dari jauh.

    Menurutku kalau merasa butuh agen karena belum berani dan takut kenapa-kenapa, ya lebih baik ngga ush berangkat sekalian hehe

    1. Setuju banget Abi…. 🙂 kehidupan di Jerman itu keras,, kalau nggak sanggup, mending santuyy aja di Indonesia…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.