Kadang aku merasa aneh dan nggak adil banget bahwa untuk membuat paspor saja, kita masih dipersulit. Meski artikel ini bisa dibaca pihak imigrasi, aku ingin sedikit memberi kritik kepada kepemerintahan bahwa sudah nggak jamannya bikin paspor perlu ditanya tujuannya apa. Plis deh, kita kan sudah tidak hidup di jaman diktator dan sekarang mobilitas pemuda sudah mulai merambah ke mancanegara. Terserah mau apa tujuannya, mau ke luar negeri atau cuma buat koleksi aja, bikin paspor dan punya sebuah dokumen perjalanan adalah hak WNI.  Di Jerman (atau negara lain), bayi lahir procot aja udah bisa bikin paspor, dan beda dari regulasi Indonesia, paspor punya ke absahan lebih tinggi dari pada KTP. Di Indonesia sebaliknya, aneh banget, padahal paspor kan lebih internasional. Waktu ambil uang di bank pun, meski daftar banknya pakai paspor, bisa-bisanya mereka nggak percaya sama pasporku, tapi sama selembar kertas sebagai KTP sementara (karena blanko KTP  kaku waktu aku daftar KTP habis). Blanko tersbut bisa aja aku print sendiri padahal. Hhehhe.

Baca juga: Video Call Au Pair dan Interview di Kedubes Jerman

Anyway, balik lagi ke pengurusan paspor. Aku nggak sempet nulis gimana cara buatnya karena terus terang udah di tahun 2013 dan memoriku tentang bikin paspor waktu itu, nggak susah. Tinggal google dan ikutin caranya di sana. Hanya saja saat di tanya untuk apa, waktu itu aku bilang: “Mau ngajuin sponsorship ke Jerman”. Dan aku nggak bilang mau jadi au pair atau apa lah. Nggak tau deh waktu itu kok dipermudah dan mereka nggak tanya lebih lanjut.

Beda kejadiannya sama adikku yang (saat aku menulis ini), dia sedang mengajukan paspor juga. Tetap di kantor imigrasi yang sama, dan sama denganku juga, dia ingin menjadi au pair. Daniel sudah tahu bahwa sekarang bikin paspor harus ditanya tujuannya apa dan agak dipersulit. Bahkan jawaban yang diberikannya menuntutnya untuk membuat surat pernyataan dsb.Tapi untunglah semua sudah beres dan aku memintanya untuk membagi pengalamannya membuat paspor untuk para au pair. Berikut tulisan Daniel:

Guten Tag ! Wie geht’s dir? Namaku Daniel umurku 19 tahun aku baru lulus SMA tahun ini rencananya aku akan au pair ke jerman . Sebenernya mau FSJ langsung tapi kelihatannya sangat sulit jika langsung FSJ dari Indonesia jadi aku putuskan untuk Aupair terlebih dahulu . Rencananya aku mau aupair akhir September, o iyaa aku adalah adiknya kak Girind yang punya Blog  ini. Hhehhe.  Aku mau share pengalaman aku bikin paspor di Indonesia semoga bermanfaat untuk yang baru dan akan bikin paspor 😊

Baca juga: Biaya sesungguhnya Au Pair, FSJ, Ausbildung, dan Studi Ke Jerman

Okey langsung saja kita masuk ke topik pembahasan 😀 . Jadi aku sebenernya mau buat termin visa dulu dari jauh jauh hari karena  aku search di internet akhirnya nemu form untuk membuat termin dengan kedutaan Jerman di Indonesia, setelah aku baca ketentuannya, ada persyaratan untuk mencantumkan No Paspor , sedangkan aku gak pernah ke luar negri pastinya gak punya passport dong.  Akhirnya aku putuskan untuk membuat paspor aku searching di internet tentang cara cara pembuatan paspor dan apa saja persyaratan yang di butuhkan. Secara umum, seperti yang kita lihat di cara membuat paspor online:

  1. e-KTP asli beserta fotokopinya.
  2. Kartu Keluarga asli beserta fotokopinya.
  3. Akta kelahiran, ijazah (SD/SMP/SMA), surat/buku nikah, atau surat baptis asli beserta fotokopinya. …
  4. Siapkan materai 6000

*NB Fotocopy KTP bolak balik dan jangan di potong jadikan selembar (aku saranin fotocopynya di Kantor imigrasinya langsung aja, pasti udah di sediain gak perlu repot repot juga tinggal bawa yang Asli )

Jika persyaratan semua udah di siapin selanjutnya apa ? Nah kita harus ambil antrian . Sebenernya ada 3 pilihan antrian Online,Offline, dan WhatsApp (WA). Namun yang WA hanya tersedia di beberapa kota saja. Antrian WA itu bagaimana sih ? Menurut yang aku baca, antrian WA itu kita mendaftar antrian dengan Chat dengan no WA kantor imigrasi dengan Ketentuan mengisi NIK, nama dan lain sebaginya ,namun ini hanya bisa di lakukan di beberapa kota besar, sedangkan aku tinggal di Kota Batu, Jawa Timur . Kotaku bukan sebuah kota yang besar jadi belum available. Kemudian, aku putuskan untuk mendaftar Online. Caranya sederhana sih kalian bisa download aplikasinya yang bernama “antrian Paspor Online “. Setelah kalian download,  tinggal Isi biodata kalian, harus valid ya 😊.  Atau kalian bisa mengisi secara Online di www.antrian.Imigrasi.go.id . O iyaa aku  log in dengan gmail untuk pembuatan biodatanya . Kalau offline kita datang ke kantor Imigrasinya secara langsung dan menurut yang aku lihat di kantornya antrian di buka jam 10.00-16.00. Tapi aku saranin Online aja deh biar gak ribet juga 😊

Nah aku udah mengisi data dengan sebenar-benarnya, selajutnya aku pikir akan bisa langsung ambil antrian secara online. Ehh, ternyata antrianya hanya dibuka Jumat – Minggu jam 14.00 ( waktu mulai hari Jumat ) dan saat itu aku membuat biodata pada hari Rabu jadi aku harus menunggu selama 2 hari.

Dua hari sudah berlalu akhirnya sampailah pada hari Jumat dan aku udah bener-bener nunggu biar gak kehabisan antrian  . Aku udah standby mulai jam 1, aku pantengin terus tuh sampek jam 2 . Hal yang gak terduga terjadi; server busy, udah nunggu lama lama waktu jam 2 server busy, wah sial banget pikirku. Tapi aku gak menyerah aku coba terus dan terus , aku coba dengan Web juga dan masih gak bisa sampai malam pun tetap gak bisa . Aku udah bingung nih nanti gimana kalau kehabisan antrian heuheu ☹. Akhirnya aku coba lagi besoknya hari Sabtu dari pagi aku bangun udah aku coba masih busy juga akhirnya aku coba dengan perasaan setengah putus asa takut kehabisan malamnya.  Eh ternyata bisa dong pakai aplikasi tadi dan bener Senin sampai Kamis udah Full tinggal hari Jumat aja . Akhirnya aku ambil tuh yang hari Jumat jam pagi . Setelah itu akan mendapat barcode antrian online . Barcode itu harus di print nantinya terserah kalian mau printnya di rumah atau print di kantornya , pasti di sediain kok 😀 . Akhirnya nunggu seminggu lagi deh dan tibalah hari ke kantor imigrasinya , aku deg deg-an banget karna baru pertama kali dan sendiri pula wkwkwk.

Aku tiba di kantornya dan melihat banyak orang mondar-mandir. Setelah aku perhatikan, mereka print antrian onlinenya. Dari sini aku tahu bahwa antrian onlineya harus di print wkwk. Aku langsung aja print di ATK yang ada di kantor tersebut . Setelah itu, aku langsung masuk ke ruang pemeriksaan berkas dan memberikan kertas print tadi ke petugas , kita menunggu dulu sampai giliran di panggil . Aku menunggu dengan deg deg an karna khawatir apa saja yang akan ditanya nantinya  . Dan giliranku pun datang, aku mendatangi petugasnya .

Dua orang yang memriksa berkasku. Satunya aku kira anak magang karna pake almamater universitas . Aku di tanya,  “Mau kemana kak” . Aku jawab, “Aku mau liburan ke Malaysia dan aku beri berkas berkas persyaratan yang udah di siapkan. Setelah itu, mereka memeriksa dan setelah selesai, kita diberi sebuah map . Aku saranin kalo kita mau Aupair atau FSJ jangan berterus terang bohong dikit gapapa daripada nanti di persulit wkwkwk.

Selanjutnya, akan ada 2 kertas yang berisi biodata pemohon. Kalian isi dulu itu nanti alasnya lingkari aja (WISATA) dan tanda tangan di atas materai 6000. Setelah semua diisi lengkap, aku pergi ke petugas untuk ambil antrian buat ruang wawancara, foto dan sidik jari . Petugas akan scan barcode antrian kita tadi dan akan mendapat no antrian baru, lalu masuk ke ruangan wawancara, foto dan sidik jari untuk menyerahkan berkas dan nantinya kita akan dipanggil oleh petugas sesuai antrian kita .

Aku nunggu lama banget , saat giliranku dipanggil, aku masuk ke ruangan tersebut. Aku udah merpersiapkan beberapa alasan pembuatan paspor. Awalnya ditanya dalam rangka apa pembuatann paspor . Aku jawab mau di ajak kakak saya liburan ke Malaysia. Terus petugasnya basa basi yang gak penting dan orangnya gak percaya kalo aku bakalan liburan ke Malaysia.

           Perlu aku informasikan, petugas tersebut tidak mempercayai alasanku karena Kak Girind baru saja pisah KK (dia ingin punya KK sendiri bersama suaminya). Jadi, KK yang dilihat oleh petugasnya adalah KK tanpa nama Kak Girind. Aku punya satu kakak lagi, Kak Rani yang masih ada di KK tersebut. Kak Rani belum pernah ke luar negeri juga. Jadi, di KK tersebut dia tidak mencantumkan no paspor, sedangkan satu-satunya orang yang pernah ke luar negeri dan punya no paspor, yakni Kak Girind, telah pisah KK dan tidak ada di daftar list tersebut. Makanya, petugasnya tidak percaya bahwa Kakakku ingin mengajakku ke luar negeri, dia bilang, “Kalau kakakmu ingin mengajakmu liburan, pastinya, kakakmu sudah punya paspor, sedangkan di sini kakakmu (Kak Rani) tidak punya paspor.” Walah….

Meski aku jelaskan bahwa kakakku yang punya paspor baru saja pisah KK, dia tidak percaya. Akhirnya, aku disuruh untuk membuat surat pernyataan dari Kakakku, bahwa aku akan diajak luburan ke luar negeri, ditandatangani ber materai 6000, beserta foto kopi KTP dan paspornya serta KK yang baru saja dipisah.  Dan karna aku bilang kak Girind masih di Lombok (emang beneran di Lombok awktu itu) aku di beri waktu 5 hari kerja untuk melengkapi berkas berkas tersebut.

Lalu aku ceritain ke kak Girind dan kak Girind mau bantu, surat-surat yang diminta tadi harus di kirim lewat Pos (Surat Harus Asli) . Aku cman kawatir suratnya gak nyampe di waktu yang telah diberikan hehehe. Eh ternyata 2 hari saja, suratnya udah datang. Aku seneng banget dan aku udah siapin jawaban jawaban dan berkas berkas yang mungkin akan diminta petugas selanjutnya nanti.

Hari berikutnya aku datang ke kantor Imigrasi untuk melengkapi berkas dan langsung ke petugas antrian yang scan barcode menjelaskan apa yang diperintahkan , petugas itu memberi langsung nomor antrian . Aku masuk ke ruangan untuk menyerahkan berkas dan menunggu antrian seperti hari pendaftaran sebelumnya. Tibalah giliranku dan aku udah mempersiapkan semuanya. Petugas ternyata berbeda, lalu petugas itu bertanya ke padaku, “Apakah kekuranganya sudah lengkap ?”.  Aku menjawab, “Sudah, Pak “.  Petugas tersebut meminta berkas tersebut dan melihat isi berkas yang diminta tadi, lalu bertanya “Mau liburan ke mana ?”. Aku menjawab, “Malaysia, pak“. Petugas tersebut tidak bertanya apapun dan langsung meminta foto dan sidik jari . Lalu beliau juga tanya apakah biodatanya sudah benar. Setelah beberapa menit, petugas tersebut berkata sambil memberikan 2 lembar kertas, “Bayarnya lewat Pos atau bank ya mas, nanti pengambilan setelah 7 hari proses pembayaran “. Ternyata gak sesulit aku bayangkan . Aku seneng banget dan langsung bayar di pos yang di sediakan kantor tersebut . Itulah pengalaman yang aku alami dalam proses pembuatan paspor sebagai langkah pertama mewujudkann impianku 😊 . Vielen Dank.

Tips untuk menjawab pertanyaan saat wawancara paspor:

  1. Jangan bilang akan bekerja (karena kita akan disuruh meminta surat keterangan dari DISNAKER atau BNP2TKI)
  2. Sebenarnya alasan yang diutarakan Daniel, liburan menjadi alasan yang aman jika: Kita punya cukup uang untuk mendanai liburan kita tersebut. Jika tidak, mampuslah kalau kita disuruh melampirkan  bukti rekening tabungan. Daniel cukup smart juga bilang bahwa kakaknya yang mengajak, tapi tak cukup smart untuk menilik KK yang sudah tak ada namaku lagi. Mungkin jika dia membawa KK dengan nama Kakaknya yang punya paspor, tak akan harus menunggu berhari-hari lagi untuk disetujui.
  3. Jika sudah terlanjur bilang, “Mau au pair, mau kerja, mau kuliah” dan dimintai berkas lebih lanjut, saran seorang teman mungkin bisa dilakukan, yakni daftar lagi dan cari petugas yang berbeda di hari yang beda. Kan petugasnya selang-seling dan banyak tuh. 😀
  4. Melewati fase interview dengan lancar jika kita mau jadi au pair adalah untung-untungan. Untung kalau petugasnya baik dan ga rewel, untung kalau mereka mengerti apa itu au pair. Kalau kita jelaskan apa itu au pair, jadi babysitter dsb, mereka akan minta surat keterangan kerja dst. Jadi akan malah rumit. Padahal au pair itu bukan pekerjaan, hanya pertukaran budaya.

Bagaimana dengan kalian saat daftar paspor sebelum menjadi au pair waktu itu? Susah? Mudah? Atau sama kayak Daniel? Kalian bisa share di kolom komentar jika ada tips lain yang aman untuk mengajukan paspor di Indonesia. 🙂

Semoga tips ini sedikit membantu untuk memberikan trik saat pengajuan paspor. 🙂

 

Jika kalian merasa terbantu, tercerahkan atau mungkin terselamatkan dari info-info yang kami tulis, kami akan sangat berterima kasih jika kalian mau sedikit berdonasi untuk denkspa. Donasi tersebut akan sangat mendukung dan memotivasi kami untuk tetap memberi info secara jujur, transparan dan fair tentang apapun di Jerman. Caranya bisa klik di sini:

Follow instagram: @resep.anak.rantau  

Youtube channel belajar bahasa Jerman dan seputar Jerman: Youtube Denkspa

Baca juga: 5 Cara agar host family Tertarik padamu!

Baca juga: Prosedur Mendaftar Au Pair secara Mandiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.