Saat ini, banyak sekali agen maupun lembaga kursus bahasa Jerman yang menawarkan program ke Jerman. Baik itu au pair, FSJ/BFD, Ausbildung, sampai program magang, duales studium, studien kollege, sprachkurs dan kuliah (studium). Namun, saat promosi, lembaga kursus dan agen yang berorientasi pada keuntungan dan profit seringkali lupa bahwa masing-masing individu berasal dari kalangan ekonomi yang berbeda. Meskipun promosi di sekolah yang mayoritas muridnya berasal dari kalangan ekonomi mampu, pasti ada saja siswa-siswa yang susah belajar bahasa asing. Sehingga, tak semua program cocok dengan semua orang. Nah, kali ini, denkspa bakal mencoba sortir beberapa kategori yang mungkin bisa membuka pikiran kamu tentang program ke Jerman yang cocok dengan budget, umur dan kemampuan kamu belajar bahasa asing.

Kendala Budget

Jika kamu masih sangat muda (kurang dari 26 tahun), pengen kerja di Jerman, belajar bahasa asing cukup cepat nangkap dan bahkan bisa belajar secara mandiri ((kamu bisa lihat saat di sekolah, belajar bahasa Inggris gimana, apakah kesulitan atau cepet nangkep dan cepet bisa), namun terkendala biaya: Saranku, mending au pair dulu, lalu FSJ — Ausbildung — lalu Bekerja dan Tinggal di Jerman

  • Au pair (kalau kamu suka anak-anak dan pengen cepet ke Jerman)—- budget untuk mendaftar au pair secara mandiri sekitar : 3 sampai 15 juta (tergantung kamu tinggal di mana, karena untuk apply visa di Jakarta, kamu kudu mengeluarkan budget lebih, kemudian tergantung kamu mau kursus bahasa Jerman di lembaga kursus yang supet mahal atau mau belajar sendiri saja, lalu apakah host family kamu mau membayar tiket pesawat). Untuk daftar Au pair, kamu hanya harus kursus sampai A1, tapi kalau mau, sampai A2 justru akan lebih baik, sehingga bisa berkomunikasi dengan host family dengan lebih lancar.

Baca juga: Apa itu program au pair?

Baca juga : Mendaftar Au Pair jalur mandiri (tanpa agen)

Baca juga: Biaya sesungguhnya ke Jerman

Kendala USIA

Jika usia kamu saat mengetahui program-program di Jerman ini sudah lebih dari 27 tahun, kamu bisa:

  • (Khusus buat yang belum umur 30 tahun) Mencoba Au pair di Austria, Luxembourg, Lichtenstein, Belanda, Denmark, Norwegia dan banyak negara-negara lain yang menerima Au pair hingga umur 30 tahun. Kemudian dari negara tsb, kamu bisa apply visa ke Jerman untuk BFD dan setelahnya Ausbildung lalu kerja di Jerman.

Kamu bisa baca kisah Abigail Tessa di ceritavoneropa.com yang saat ini melakukan Ausbildung di bidang Kimia di Jerman. Perjalanannya cukup menyentuh dan berliku, dari menjadi au pair di negara skandinavia sampai FSJ dan Ausbildung di Jerman. Klik di sini untuk baca cerita von eropa

  • (Buat yang umurnya lebih dari 30 tahun): Kamu bisa mendaftar BFD terlebih dahulu dan daftar Ausbildung di Jerman kemudian kerja dan tinggal di Jerman. BFD ini batasan usianya sampai 99 tahun. Kamu bisa baca seputar FSJ/BFD di sini.
  • Jika budget tak menjadi kendala, kamu juga bisa sprachkurs dulu untuk memperdalam bahasa di Jerman langsung (budget sekitar 180 juta)
    • Ausbildung. Budget untuk Ausbildung secara mandiri adalah sekitar 17-35 juta. Di banyak bidang dan jurusan, tak ada batasan usia untuk melakukan Ausbildung. Hanya saja banyak agen di Indonesia mematok maksimal umur 30 tahun. Tergantung jurusan yang kamu ambil, banyak jurusan yang membutuhkan kemampuan bahasa sampai level B2. Misalnya perawat, asisten dokter, dsb. Jurusan Gastronomi, hospitality dan banyak jurusan lain membutuhkan B1.Baca juga: Apa itu Ausbildung di Jerman?

      Baca juga : Orang Indonesia boleh Ausbildung di Bidang apa saja?

 

Kendala BAHASA

Jika kamu tipikal orang yang susaaaaah banget mencerna dan belajar bahasa Asing, namun tetap niat dan semangat banget buat belajar, kamu bisa:

  • Au pair dulu- FSJ- Ausbildung lalu kerja (jika kamu masih dibawah umur 26 tahun). Dengan menjadi au pair, kamu bisa memperdalam bahasa kamu dan belajar budaya Jerman dengan lebih intensiv. Saranku meski setelah Au Pair satu tahun kamu sudah B1, jangan langsung Ausbildung. FSJ saja dulu. Kalau kamu kesulitan berbahasa Jerman, menjadi FSJ akan membantu kamu buat lebih memperdalam bahasa Jerman yang kamu pelajari saat au pair dengan mempraktekkannya di dunia kerja.

Menjadi Au pair juga buat kamu yang terkendala budget. Jadi konsekuensi yang harus kamu hadapi jika budget dan bahasa tak cukup kuat: Mulai Dari NOL, yakni dengan au pair dulu.

Baca juga: Belajar Bahasa Jerman: Sebaiknya Mulai Dari Mana?

  • FSJ/BFD lalu Ausbildung dan Bekerja di Jerman (buat kamu yang usianya lebih dari 27 tahun atau kalau kamu kurang suka sama anak-anak dan kurang suka tinggal bersama orang lain di sebuah keluarga). Budget untuk mendaftar FSJ secara mandiri adalah sekitar 17-30 juta (tergantung kamu tinggal di Jakarta atau tidak, tergantung kamu mau belajar bahasa Jerman di lembaga kursus yang mahal atau murah, dan apakah pihak pemberi kerja nanti membayarkan tiket pesawat sebagian atau kamu harus tanggung sendiri). Untuk daftar FSJ, akan lebih baik jika kamu belajar bahasa Jerman hingga level B1 supaya pada saat interview dengan Träger dan Arbeitgeber, semua berjalan lancar. Ini kamu benar-benar kudu ekstra kerja keras buat sampai di B1 dan berhasil diinterview oleh pemberi kerja dan Träger. Banyak kasus murid denkspa yang akhirnya menyerah di A2 karena dia menyadari bahwa bahasa Jerman sampai B1 sepertinya tak mungkin dicapai dengan kemampuan dan daya ingatnya yang terbatas. Namun, jika kamu masih mau durchbeißen (ngoyo sampai ke titik darah penghabisan). Belajar dan latihan terus sampai B1.

Namun, untuk apply Visa, kedubes hanya meminta sertifikat A1 dari Goethe Insitute. Jika kendala keuangan tak jadi masalah, ambil kursus intensif atau privat sampai B1 (rata-rata kursus A1-B1 sekitar 12-17 juta), lamar FSJ mandiri dari Indonesia. Kamu bisa lihat/ baca pengalaman Kak Iwan dengan klik di sini: FSJ dari Indonesia

Rincian biaya buat FSJ:  Biaya sesungguhnya ke Jerman

Baca Juga: Mendaftar FSJ/BFD dari Indonesia

Baca juga: Apa itu FSJ/BFD

Baca juga: Link untuk mendaftar FSJ 

Baca juga: Belajar Bahasa Jerman: Tips memilih Guru Bahasa Jerman

  • Sprachkurs intensiv lalu Ausbildung dan Kerja di Jerman. Ini buat kamu yang susaaah banget belajar bahasa, susa nyantol tapi ada budget buat ke Jerman secara mandiri (budgetnya 180-200 juta) . Jika budget tak menjadi masalah, kamu bisa ambil Sprachkurs di Jerman. Untuk ini, budgetnya sekitar 180 juta-200 juta (namun sebagian besar adalah uang deposit yang akan kamu ambil sendiri per bulan untuk kebutuhan hidup kamu). Banyak juga yang melakukan ini karena memang daftar Ausbildung dari Indonesia tak mudah. Jika Sprachkurs terlebih dahulu, kita bisa melamar, menyetarakan ijazah dsb dari Jerman dan perpanjang Visa tanpa harus kembali ke Indonesia lagi. Persyaratan untuk daftar Visa ini kamu bisa cek langsung di jakarta.diplo.de.

Baca juga: Kerja di Jerman

*

Jika orientasi kamu tinggal dan bekerja di Jerman, kamu kudu melakukan Ausbildung terlebih dahulu (kecuali kalau kamu menikah dengan warga negara Jerman atau EU), kamu bisa langsung melamar kerja dengan berbekal B1 tanpa melakukan Ausbildung terlebih dahulu.

Jika orientasi kamu adalah ijazah, teori dan mungkin balik ke Indonesia atau menjadi tenaga Professional, kamu bisa:

  • Sprachkurs lalu Studkol lalu kuliah S1 (budget ratusan juta per tahun, kemampuan akademik yang bagus dan bahasa Jerman minimal B2 (rata2 Universitas membutuhkan DaF atau C1)
  • Kuliah S2 di Jerman. Budget untuk kuliah S2. Kuliah di Jerman bisa dibilang murah banget sampai gratis.  Hanya saja, kita kudu deposit 10 ribu euro per tahun untuk kebutuhan hidup. Banyak jurusan S2 yang tak membutuhkan kemampuan Bahasa Jerman, melainkan Bahasa Inggris.

Baca juga:  Mau Kuliah di Jerman tapi tak ada DanaSebaiknya, Au Pair, FSJ atau Ausbildung dulu?

*

Nah, membaca kendala di atas, kamu tipe yang mana? Dan harus mulai dari mana?

Liebe Grüße

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.